DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Pemerintah Kota Medan sepakat membentuk tim gabungan untuk menuntaskan persoalan banjir yang kerap melanda wilayah perbatasan kedua daerah.
Fokus utama adalah kawasan depan pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sujono, Deli Tua, serta titik-titik irisan antara Deli Serdang dan Medan.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di Aula Cendana, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (7/11).
Baca Juga: Cemburu Diduga Jadi Pemicu Duel Wanita di Percut Sei Tuan, Satu Nyawa Melayang Hadir Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS, Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM, serta perwakilan Pemko Medan.
"Pertemuan ini menjadi momentum untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan. Harapannya, solusi bisa langsung diterapkan di lapangan," ujar Bupati Asri Ludin.
Wilayah yang menjadi sorotan antara lain Kecamatan Deli Tua.
Desa Mekar Sari, salah satu wilayah di kecamatan ini, sering mengalami banjir karena posisi cekungan air yang mentok di ujung, tepatnya di area pabrik garmen milik Kota Medan.
Untuk itu, penanganannya memerlukan kerja sama lintas daerah.
Kepala Dinas SDABMBK Deli Serdang, Janso Sipahutar ST MT, mengusulkan pembangunan kolam retensi dan pemasangan pompa air menuju Sungai Percut sebagai langkah paling realistis mengatasi banjir di pintu Tol Bandar Selamat.
Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBK Medan, Gibson Panjaitan ST MM, menyebut penyempitan saluran drainase dari kawasan Citraland menuju Jalan Ismail Harun menjadi penyebab utama genangan.
"Di titik awal lebar saluran 3 meter, tapi di ujung hanya 1,5 meter. Ini membuat aliran air tersendat," jelasnya.