SUMATERA UTARA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) Sumut dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumut meluncurkan program pembangunan 20 ribu unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 ribu unit sudah siap huni atau ready stock.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut, Muhammad Suib, menjelaskan program ini merupakan inisiatif Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi pengembang dan perbankan seperti Bank Sumut.
Baca Juga: Polrestabes Medan Bongkar Sindikat “Rayap Besi”, 219 Tersangka Diciduk "Program 20 ribu rumah ini bukan hanya program Dinas Perkim, tetapi program kolaborasi lintas sektor. Lokasinya tersebar di kabupaten dan kota se-Sumut, dengan dukungan pemerintah daerah masing-masing," ujar Suib dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Senin (3/11/2025).
Suib mengajak masyarakat, khususnya MBR, untuk memanfaatkan program ini. Harga rumah dipatok sekitar Rp166 juta dengan tenor kredit hingga 20 tahun.
Hingga saat ini, sebanyak 8.700 akad kredit telah dilakukan dan 16 ribu unit rumah siap huni. Suib menekankan, keberhasilan program ini merupakan tanggung jawab bersama antara Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota.
"Kami berharap Bupati dan Walikota se-Sumut dapat turut menyediakan lahan, mempercepat perizinan, serta memberikan rekomendasi teknis, karena lokasi lahan berada di wilayah masing-masing," jelas Suib.
Ketua DPD REI Sumut, Rakutta Karo-Karo, menyebut sekitar 60% proyek anggota REI ditujukan untuk pembangunan rumah MBR. Dukungan pemerintah, termasuk pembebasan PBG dan BPHTB, membuat program ini semakin optimal.
"Hingga kini 11 ribu unit telah terealisasi, dan sisanya ditargetkan rampung hingga Desember 2025. Rumah yang dibangun REI dan Apersi juga aman secara legalitas dan siap huni," ujar Rakutta.
Sementara itu, Sekretaris Apersi Sumut, Husein, menyatakan pihaknya telah berkontribusi pada pembangunan sekitar 3.500 unit rumah MBR melalui kerja sama dengan berbagai pihak perbankan.
"Mencapai target 20 ribu unit tentu bukan hal mudah. Namun dengan sinergi antara pemerintah dan pengembang, kami optimistis target ini bisa tercapai, apalagi jika ada kebijakan pemerintah yang mempermudah proses perizinan," jelas Husein.
Bagi MBR yang ingin memiliki rumah, informasi mengenai lokasi, tipe rumah, dan pengembang dapat diakses melalui aplikasi SIKUMBANG di portal resmi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).*