JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda penting, termasuk rencana pengoperasian kereta khusus untuk petani dan pedagang sebagai bagian dari dukungan transportasi bagi ekonomi rakyat kecil.
"Kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa kami sudah menyiapkan juga kereta khusus petani dan pedagang. Beliau sangat mendukung sekali, karena ini adalah men-support untuk ekonomi rakyat di bawah," ujar Bobby kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Baca Juga: Impor Baju Bekas Ilegal Gerus 15 Persen Pasar Tekstil Nasional, Bikin Rugi Rp1 Triliun per Tahun! Bobby menjelaskan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar kapasitas dan jumlah unit kereta ditingkatkan guna menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat.
"Kita baru ada delapan unit kereta, tapi pasti akan kita tambah, dan terutama jalurnya juga akan diperluas ke depannya," terangnya.
Sebagai tahap awal, KAI akan meluncurkan kereta khusus petani dan pedagang di Merak. Rute operasionalnya akan disesuaikan dengan aktivitas para petani dan pedagang, yakni beroperasi pada pagi dan sore hari.
"Kita akan luncurkan di Merak dulu. (Jam operasinya) nanti sesuai jam operasi petani dan pedagang, pagi dan sore," ujarnya.
Untuk tahap awal, layanan kereta ini akan beroperasi dari Merak hingga Rangkas Bitung, dan ke depan direncanakan diperpanjang hingga Tanah Abang.
"Untuk sementara sampai Rangkas Bitung, nanti akan kita extend sampai Tanah Abang. Tentunya dengan KRL tidak bisa digandeng, jadi sampai Rangkas Bitung pakai kereta sendiri," jelas Bobby.
Menurutnya, peluncuran kereta rakyat ini dijadwalkan berlangsung bulan ini, dengan tarif yang lebih terjangkau dibanding layanan komersial biasa. KAI kini tengah memfinalisasi persiapan teknis dan operasional sebelum peluncuran resmi dilakukan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor transportasi publik yang pro-rakyat dan mendukung distribusi hasil pertanian serta kegiatan perdagangan kecil-menengah di berbagai daerah.*
(d/m/006)