JAKARTA– Pengamat pendidikan Darmaningtyas meminta pemerintah membuka kembali formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk guru, guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Darmaningtyas menilai selama ini formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanya diminati tenaga honorer.
Menurutnya, kebijakan moratorium penerimaan guru PNS yang diberlakukan pemerintah sejak 2014 hingga 2025 membuat banyak lulusan pendidikan guru enggan mendaftar.
Baca Juga: Daftar Instansi Sepi Peminat di CPNS 2024, Bisa Jadi Pilihan Tahun Depan! "Fresh graduate mana mau jadi guru PPPK, karena mereka tahu sistemnya kontrak. Beda kalau PNS, pasti banyak SDM cerdas yang tertarik melamar," ujarnya, Minggu (26/10).
Dia menekankan, kualitas pendidikan akan tetap timpang jika pembenahan aparatur sipil negara (ASN), termasuk penerimaan guru PNS, tidak dilakukan.
Darmaningtyas menyoroti perlunya membuka formasi PNS agar lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang kompeten mau berkarier di dunia pendidikan.
Pengamat pendidikan itu menyarankan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berkoordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini untuk membahas rencana formasi guru PNS pada tahun mendatang.
"Kalau mau mendapatkan guru profesional, buka penerimaan guru PNS. Ini mendesak karena banyak guru PNS yang pensiun," tegasnya.
Sejak diberlakukannya moratorium PNS guru, sebagian besar lowongan hanya tersedia bagi guru honorer melalui jalur PPPK.
Hal ini dinilai menghambat masuknya tenaga pendidik muda berkompetensi tinggi yang bisa berkontribusi signifikan terhadap mutu pendidikan di Indonesia.*
(vo/M/006)