PAPUA– Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua mendorong para guru di wilayah tersebut untuk menjadi investor di pasar modal melalui program 'Guruku Investor Saham'.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menanamkan budaya investasi sehat sejak dini di kalangan pelajar.
Kepala BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, menekankan peran penting guru sebagai teladan dan edukator bagi anak-anak.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 8.294, Investor Tunggu Data Inflasi AS "Guru memiliki peran yang sangat besar sebagai teladan sekaligus edukator yang baik bagi para pelajar. Ketika guru memahami dan mempraktikkan investasi, maka dapat menyampaikan ilmu secara lebih efektif kepada siswa," ujar Kresna, Sabtu (25/10).
Menurutnya, guru yang memahami investasi dapat menanamkan literasi keuangan dengan tepat sejak bangku sekolah.
"Jika para guru paham investasi yang benar, maka literasi keuangan bisa ditanamkan dengan tepat sejak dini," tambah Kresna.
Program 'Guruku Investor Saham' menghadirkan pelatihan literasi pasar modal, pembukaan rekening efek, serta modal awal investasi bagi guru hingga maksimal Rp 500 ribu.
Program ini juga bekerja sama dengan galeri investasi edukasi di sekolah, sehingga guru dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh.
Selain menumbuhkan budaya investasi, program ini juga dimaksudkan untuk melindungi generasi muda dari praktik investasi bodong dan judi online yang kerap menargetkan pelajar.
"Anak-anak harus dikenalkan pada pengelolaan keuangan yang sehat, bukan justru terjebak dalam tindakan spekulatif yang merugikan," kata Kresna.
Dengan program ini, BEI Papua berharap guru dapat menjadi agen perubahan yang menumbuhkan kesadaran finansial sekaligus membangun fondasi keuangan yang kuat bagi generasi muda di Tanah Papua.*
(kp/M/006)