JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) ke-9 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Sidang ini menjadi momen refleksi sekaligus evaluasi atas kinerja satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berbeda dari sidang-sidang sebelumnya yang dilangsungkan di Kantor Presiden, SKP kali ini digelar di Istana Negara, menandai momentum khusus satu tahun masa jabatan pemerintahan baru.
Baca Juga: Lisa Mariana Absen Pemeriksaan, Kuasa Hukum: Klien Kami Sedang Sakit Sidang dimulai sekitar pukul 15.35 WIB dengan kehadiran Presiden Prabowo dan Wapres Gibran yang kompak mengenakan batik coklat.
Tampak menteri-menteri Kabinet Merah Putih duduk berjajar di barisan depan, sementara para wakil menteri menempati kursi di belakang mereka.
Prabowo membuka sidang dengan menyalami satu per satu para peserta sidang, disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara khidmat.
"Sebagai insan yang bertakwa, tidak henti-hentinya kita memanjatkan puji syukur kepada-Nya. Kita bersyukur dapat hadir melaksanakan sidang kabinet paripurna 20 Oktober 2025, tepat satu tahun saya dilantik atau disumpah di MPR," kata Prabowo dalam sambutannya.
Ia menyampaikan bahwa sidang ini menjadi kesempatan penting bagi jajaran kabinet untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih selama satu tahun terakhir.
Menurutnya, pertemuan ini bukan hanya sebagai agenda rutin, melainkan momen strategis untuk memastikan arah pembangunan ke depan tetap berjalan sesuai visi-misi pemerintah.
"Tepatlah kita berkumpul untuk melihat apa yang sudah kita kerjakan satu tahun ini," ujar Prabowo.
Sidang Kabinet Paripurna ke-9 ini juga menjadi bagian dari agenda konsolidasi dan koordinasi antar kementerian/lembaga, serta mematangkan kebijakan prioritas nasional yang ditargetkan rampung dalam tahun-tahun mendatang.
Sebelumnya, Prabowo telah melakukan beberapa langkah strategis dalam kabinetnya, termasuk reshuffle tiga kali dalam setahun, pembentukan kementerian baru, serta penekanan pada program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan sektor pertahanan dan pangan.