PADANGSIDIMPUAN – Kekecewaan mendalam dirasakan warga Kelurahan Wek III, khususnya para ibu-ibu di Gang Muhajirin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, atas keputusan Pemerintah Kota (Pemko) yang tidak menggelar hiburan rakyat pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Padangsidimpuan tahun ini.
Baca Juga: DPRD Padangsidimpuan Gelar RDP Bersama Pedagang Pasar Sangkumpal Bonang, Ini Aspirasi yang Disampaikan Sebagai bentuk ekspresi dan solidaritas, puluhan emak-emak setempat secara swadaya menggelar acara hiburan sederhana untuk anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan berbagai penampilan tarian dan joget bersama.
"Kami sedih, anak-anak sudah menanti hiburan seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi justru di tahun ke-24 ini malah tak ada apa-apa. Makanya kami berinisiatif buat acara kecil-kecilan," ujar Rahayu, yang akrab disapa Mak Kembar, ketua pelaksana acara sekaligus penggagas kegiatan tersebut.
Mak Kembar mengaku kecewa dengan sikap Pemko Padangsidimpuan di bawah kepemimpinan Wali Kota Letnan Dalimunthe dan Wakil Wali Kota Harry Pahlevi.
Menurutnya, keputusan untuk tidak menggelar hiburan rakyat dan pawai budaya telah menyakiti hati masyarakat, terutama anak-anak.
"Sejak zaman Pak Zulkarnain Nasution, Pak Andar Amin Harahap, sampai Pak Irsan Efendi Nasution, acara HUT kota selalu dimeriahkan dengan hiburan untuk rakyat. Hanya masa pandemi saja itu ditiadakan, dan sekarang malah dihapus total dengan alasan efisiensi," katanya.
Ia menambahkan, justru saat ini masyarakat membutuhkan hiburan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan cinta terhadap kota.
"Kami tidak bicara soal mewah, cukup kegiatan sederhana, yang penting ada hiburan rakyat," ucapnya.
Kritik juga datang dari warga lainnya, Irma Donni, yang menilai bahwa kebijakan Pemko saat ini jauh dari janji-janji kampanye yang sempat digaungkan pasangan Letnan–Levi.