JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (
BGN) Dadan Hindayana menegaskan pihaknya tidak khawatir dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyebutkan akan menarik anggaran program
Makan Bergizi Gratis (MBG) jika tidak terserap optimal hingga Oktober 2025.Menurut Dadan,
BGN berkomitmen merealisasikan anggaran sebesar Rp 71 triliun yang telah dialokasikan tahun ini untuk mendukung program unggulan Presiden
Prabowo Subianto tersebut."Saya nggak khawatir terkait dengan itu. Karena penyerapan kita insya Allah akan selesai, apalagi Rp 71 triliun pasti terserap (tahun ini)," ujar Dadan di Kantor
BGN, Jakarta, Senin (22/9).
Baca Juga: KSP Tegaskan IKN Jadi Ibu Kota Politik Indonesia, Bukan Sekadar Pusat Pemerintahan Hingga kini, realisasi anggaran MBG tercatat telah mencapai Rp 17 triliun atau sekitar 23,94 persen dari total pagu Rp 71 triliun. Dadan mengakui masih terdapat anggaran Rp 9,1 triliun yang belum bisa digunakan, namun ia meyakini target serapan akan terpenuhi.Selain itu, Dadan juga mengungkapkan bahwa MBG akan menyerap dana tambahan sebesar Rp 50 triliun dari Rp 100 triliun yang disiapkan Presiden Prabowo untuk tahun 2025. "Pak Presiden sudah membuat stand by Rp 100 triliun. Saya sudah sampaikan jauh hari, kita tidak akan bisa menggunakan semua tambahan itu. Jadi yang Rp 50 triliun silakan digunakan untuk kepentingan lain," jelasnya.Sebelumnya, dalam konferensi pers APBN KiTa, Menkeu Purbaya menyebut hingga 8 September 2025 program MBG telah menjangkau 22,7 juta penerima manfaat dengan jumlah 7.644 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali hingga Nusa Tenggara.Dengan optimisme
BGN serta dukungan penuh pemerintah, program MBG diharapkan dapat berjalan sesuai target sekaligus memperkuat ketahanan gizi masyarakat Indonesia.*(j006)