Dharma Pongrekun Klaim Seharusnya Menang di Pilkada Jakarta 2024 dengan Perolehan Suara di Atas 52 Persen?

BITVonline.com - Sabtu, 30 November 2024 09:13 WIB

JAKARTA -Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, mengklaim bahwa mereka seharusnya memenangkan Pilkada Jakarta 2024 dengan perolehan suara lebih dari 52 persen. Klaim ini disampaikan Dharma Pongrekun dalam sebuah pernyataan yang menyoroti dugaan adanya kecurangan selama proses pemilihan, termasuk praktik serangan fajar.

Dharma Pongrekun menilai bahwa dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024, terdapat banyak kecurangan yang dilakukan oleh paslon lain untuk meraup suara. Salah satu praktik yang dianggapnya mencurigakan adalah serangan fajar, yaitu pemberian uang atau materi lainnya kepada pemilih menjelang waktu pencoblosan untuk mendukung paslon tertentu. Dharma juga menyebutkan bahwa sejumlah suara dari masyarakat Jakarta yang tidak bisa datang ke TPS atau golput (golongan putih) seharusnya menjadi suara untuk pasangan Dharma-Kun.

“Jumlah suara Dharma-Kun seharusnya mayoritas, kita seharusnya menang. Kita mendapatkan dukungan dari pendukung yang memilih di TPS meski perolehannya hanya 10 persen, dan juga dari golput yang mencapai 46 persen, yang seharusnya memilih kami,” ujar Dharma Pongrekun, seperti dikutip dari akun Instagram @fakta.jakarta. “Ada juga suara yang hilang akibat serangan fajar. Pemilih ini sebenarnya ingin memilih kami, tetapi hak mereka telah diambil karena surat suara sudah dicoblos terlebih dahulu,” sambungnya.

Dharma Pongrekun menyinggung video viral yang beredar di media sosial terkait belasan surat suara yang sudah tercoblos oleh salah satu pasangan calon. Menurutnya, praktik ini merupakan dampak dari serangan fajar yang melibatkan pemberian sembako dan uang tunai kepada pemilih, bahkan KTP mereka diambil untuk mencoblos surat suara sebelum mereka berkesempatan memilih.

“Ini kan viral, kenapa bisa terjadi? Karena mereka sudah diberikan sembako dan uang. KTP mereka diambil, itulah yang terjadi,” tegas Dharma.

Lebih lanjut, Dharma Pongrekun menyatakan bahwa jika tidak ada kecurangan, pasangan Dharma-Kun seharusnya mendapatkan suara lebih dari 52 persen. “Angka kemenangan kita seharusnya lebih dari 52 persen, bahkan bisa jauh lebih besar lagi, karena belum ditambah kategori ketiga, yaitu serangan fajar,” ujarnya.

Menurut hasil quick count dari 8 lembaga survei yang terlibat, pasangan Pramono-Rano (Si Doel) memperoleh suara rata-rata 50 persen, diikuti oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan 40 persen, sementara pasangan Dharma-Kun hanya memperoleh sekitar 10 persen.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden

Pemerintahan

Mahasiswa Unika Tenggelam di Air Terjun Situmurun, Pencarian Belum Membuahkan Hasil

Pemerintahan

Ijeck Sebut Trek Berbatu Lebih Menantang, Tetap Tampil Maksimal di Sprint Rally Sumut

Pemerintahan

Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik, Pemerintah Cari Cara Jaga Stabilitas

Pemerintahan

Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, BMKG Minta Waspadai Ancaman Karhutla

Pemerintahan

Erick Thohir Dukung Sugiono Pimpin IPSI, Targetkan Pencak Silat Tembus Olimpiade