DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendapat apresiasi dari
Komisi II DPR RI atas komitmen dan capaian dalam penerapan sistem digitalisasi pemerintahan daerah. Hal ini disampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik
Komisi II DPR RI bertema Percepatan Sistem Digitalisasi di Lingkup Pemerintah Daerah yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah BPN Bali, Renon, Denpasar, Rabu (18/9).Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya menjelaskan bahwa sejak dilantik, pihaknya telah menerapkan berbagai kebijakan strategis guna mendukung program nasional transformasi digital, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023.
Baca Juga: Kepala Kantor Pertanahan Tabanan Hadiri Rapat Percepatan Digitalisasi Pelayanan Publik Bersama Komisi II DPR RI di Bali Salah satu tonggak penting adalah terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 44 Tahun 2021 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (
SPBE), yang menjadi dasar penerapan layanan publik berbasis teknologi informasi secara efisien, cepat, dan akuntabel."
SPBE kami pernah meraih predikat terbaik secara nasional, sehingga banyak provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur datang ke Bali untuk studi banding," kata
Gubernur Koster.Digitalisasi juga diterapkan secara nyata di lapangan melalui pembangunan infrastruktur komunikasi, seperti penyediaan Wi-Fi gratis di pura dan balai banjar, serta proyek pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali untuk mengatasi blank spot di wilayah Bali. Tiga tower tambahan direncanakan dibangun di wilayah barat, timur, dan utara Bali guna mempercepat pemerataan akses digital. Teknologi digital juga mulai dijajaki untuk sektor pendidikan, termasuk mendukung program sertifikasi guru.Wakil Ketua
Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, yang memimpin rombongan menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan menilai sejauh mana sistem digitalisasi pemerintahan diterapkan di Bali, khususnya pada sektor pertanahan, administrasi kependudukan, kepegawaian, dan pendidikan."Era sekarang tak bisa lepas dari digitalisasi. Kami ingin mengetahui sejauh mana pemanfaatannya dan dampak positif yang ditimbulkan terhadap pelayanan publik," jelasnya.