JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (
Mendagri)
Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (
pemda) agar tidak berlebihan dalam menggelar
rapat atau kegiatan dinas di
hotel dan restoran. Ia menegaskan, meskipun kebijakan tersebut sudah kembali diperbolehkan demi mendukung sektor hospitality,
pemda tetap harus mengedepankan
efisiensi anggaran."Sudah lama saya perbolehkan, hampir 3–4 bulan lalu saya sudah sampaikan surat edaran. Tujuannya untuk menghidupkan kembali
hotel dan restoran, kasihan mereka," ujar
Tito saat ditemui di Kantor Badan Gizi Nasional, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga: Baleg DPR dan Pemerintah Sepakati 52 RUU Prioritas 2025, Mulai Perampasan Aset hingga Kepolisian Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan penurunan tingkat okupansi
hotel nasional sebesar 3,57% pada Juli 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun jumlah wisatawan di Indonesia meningkat.
Mendagri menegaskan bahwa kebijakan membuka kembali ruang bagi
pemda untuk mengadakan kegiatan di
hotel bukan untuk memberikan kenyamanan semata, tetapi juga demi mendukung pemulihan sektor per
hotelan dan restoran yang memiliki efek berganda terhadap
ekonomi.Namun,
Tito mengingatkan agar setiap kegiatan tetap dilakukan secara bijak dan tidak boros."Jangan berlebihanlah. Kalau
rapatnya cukup 10 kali, jangan dibuat jadi 20 kali. Gunakan diskresi dengan baik," ujarnya.Menurut mantan Kapolri tersebut, industri per
hotelan tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung, tetapi juga menggerakkan rantai pasok luas yang melibatkan pelaku usaha kecil seperti katering, pemasok makanan, hingga petani.