DPR Soroti Penembakan Siswa SMK di Semarang, Rikwanto: Aksi Polisi Terlalu Berlebihan

BITVonline.com - Selasa, 03 Desember 2024 07:26 WIB

SEMARANG – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Rikwanto, memberikan tanggapan terkait kasus penembakan yang dilakukan oleh Aipda Robig terhadap siswa SMK 4 Semarang, Gamma Ryzkinata Oktafandy (17), yang menewaskan korban. Dalam rapat dengan Kapolres Semarang pada Selasa (3/12), Rikwanto mengkritik keras tindakan yang dilakukan oleh polisi tersebut.

Rikwanto, yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Kalsel, mengingatkan bahwa setiap anggota polisi harus dapat mengukur ancaman yang dihadapi dan menanganinya sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kalian itu harus tahu, kalau kalian sudah ke lapangan, ingat ya, satu kaki kalian itu di kuburan. Satu kaki di penjara,” tegas Rikwanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. “Terlalu cepat salah, terlambat jadi korban. Nah ini istilah yang masih berlaku sampai sekarang,” lanjutnya.

Politikus Golkar ini menilai tindakan Aipda Robig berlebihan dan tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Ia pun menegaskan bahwa selain masalah etik, Aipda Robig harus dihadapkan pada proses hukum pidana atas tindakan yang menyebabkan tewasnya Gamma. “Jadi anggota kita, anggota Kapolres itu Aipda R dikatakan excessive force, berlebihan atau tidak tepat dalam mengambil tindakan,” ujar Rikwanto. “Tindakannya harus dipertanggungjawabkan, karena ada orang yang menjadi korban meninggal dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Aris Supriyono, menjelaskan bahwa Aipda Robig menembakkan senjatanya sebanyak empat kali pada 24 November 2024, sekitar pukul 00.22 WIB, di depan Alfamart Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Penembakan ini menyebabkan Gamma tewas, sementara dua lainnya terluka. Aris mengungkapkan bahwa rekaman elektronik menjadi bukti dalam kasus ini.

Aris juga menanggapi klaim awal Polrestabes Semarang yang menyebut penembakan tersebut sebagai bagian dari upaya membubarkan tawuran. Menurutnya, kejadian ini sebenarnya terjadi karena Aipda Robig merasa jalannya terhalangi oleh kendaraan dari arah berlawanan. Dalam keterangan terbaru, Kapolres Semarang, Kombes Irwan Anwar, menyebut tidak ada tawuran yang terjadi, melainkan peristiwa tersebut disebabkan oleh ketegangan antara rombongan motor korban dan Aipda Robig yang saling pepet.

Kasus ini menimbulkan perdebatan, terutama dari pihak keluarga korban yang membantah klaim bahwa Gamma terlibat tawuran. Keluarga korban menuntut keadilan atas tindakan yang dianggap tidak sebanding dengan ancaman yang ada.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Prabowo Kumpulkan 12 Ribu Penggerak MBG, Tegaskan Program Strategis untuk Generasi Emas 2045

Pemerintahan

Kejagung Bongkar Dugaan Markup Motor Listrik Rp1 Triliun hingga Sepatu di Program MBG

Pemerintahan

Purbaya: Salah Satu Laporan Kasus Korupsi MBG Dadan Cs Berasal dari Kemenkeu

Pemerintahan

Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG, Kekayaannya Tembus Rp 9 Miliar

Pemerintahan

Penggeledahan BGN Berlanjut, Kejagung Kantongi Dokumen dan Barang Bukti Penting

Pemerintahan

Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain Dicopot, Pemkab Batu Bara Tunjuk Plt Baru