NIAS BARAT -Jembatan penghubung tiga kabupaten di Kepulauan Nias yang roboh akibat banjir bandang masih belum dibangun kembali hingga Selasa (29/4/2025), meskipun telah ditinjau langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Kondisi ini memaksa warga, termasuk anak-anak sekolah, menyeberangi sungai di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe menggunakan perahu karet.
Bupati Nias Selatan, Ellyunus Waruwu, mengatakan warga lebih memilih transportasi sungai ketimbang jalan alternatif karena kondisinya rusak berat dan jauh.
"Kita sudah sediakan perahu, bahkan Gubernur bantu dua perahu karet dan Kodim satu. Tapi kalau pembangunannya masih lama, kita pertimbangkan untuk menyewa perahu dan menggaji pemiliknya agar bisa beroperasi resmi membantu warga," kata Ell.
Meskipun telah dijanjikan akan dibangun tahun ini, hingga kini pihak Pemprov melalui Dinas PUPR masih dalam tahap pemantapan perencanaan pembangunan, dengan estimasi lama pengerjaan 9–10 bulan dan anggaran sekitar Rp40 miliar. Namun, anggaran itu belum dibahas di DPRD Sumut.
Ell menambahkan bahwa jembatan tersebut bukan hanya penting sebagai penghubung tiga kabupaten—Nias, Gunungsitoli, dan Nias Utara—tetapi juga merupakan akses utama menuju Bandara Binaka dan Pelabuhan Gunungsitoli.
"Anak-anak sekolah kami yang rumahnya di seberang jembatan memilih naik perahu dibanding lewat jalan alternatif. Karena kalau lewat jalan itu, mereka bisa terlambat sekolah," jelasnya.
Jika hingga Mei pembangunan belum dimulai, Pemkab berencana menyewa 5–6 perahu secara resmi, menyesuaikan dengan kapasitas anggaran daerah.
Sebelumnya, Bobby Nasution sempat meninjau langsung jembatan yang ambruk tersebut, bahkan saat masa kampanye Pilgub Sumut 2024. Namun hingga kini, janji pembangunan belum terealisasi.*
(tb/J006)