Dipecat PDIP, Effendi Simbolon: ”Pesan Natal Untuk Megawati Agar Berbaik Hati dengan Jokowi Yang Kau Benci Itu”

BITVonline.com - Sabtu, 21 Desember 2024 04:31 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12images-16.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JAKARTA -Mantan politikus PDI Perjuangan (PDIP), Effendi Simbolon, akhirnya buka suara setelah dipecat oleh partainya. Effendi yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PSBI ini mengungkapkan rasa sedih dan kecewa atas pemecatannya yang dianggap terkait dengan kedekatannya dengan Presiden ke 7 Joko Widodo (Jokowi).

Effendi Simbolon, yang diketahui telah mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil dan Suswono, menganggap alasan pemecatannya terlalu berat. “Alasannya saya dipecat hanya karena saya bertemu dengan Pak Jokowi, katanya kongkalingkong. Saya sedih, sejahat apa sih Pak Jokowi bagi PDIP?” ujar Effendi saat diwawancarai di Gedung Smesco, Jakarta pada Kamis malam (19/12/2024).

Ia pun menyampaikan pesan kepada Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, agar tidak terlalu menghakimi Presiden Jokowi. “Saya sedih, saya prihatin. Ya pesan juga buat Bu Mega, semua ada waktunya ibu. Nggak usah kita terlalu menghakimi orang,” tambah Effendi. Menurutnya, Jokowi telah banyak berjasa, baik untuk bangsa maupun bagi PDIP.

Effendi juga menyarankan agar Megawati dan Jokowi berdamai. “Biarlah damai sejahtera di hatimu dan berbaiklah dengan Pak Jokowi yang kau benci itu. Terima kasih, salam natal,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, mengungkapkan alasan pemecatan Effendi Simbolon. Pertama, Effendi diduga terlibat dalam kongkalingkong dengan Presiden Jokowi. Seno menegaskan, langkah politik Effendi yang bertemu dengan Jokowi dan tidak sejalan dengan rekomendasi partai menjadi alasan utama pemecatannya.

“Pak Effendi Simbolon ini bertemu dan berkomunikasi dengan Pak Jokowi. Ini beda persoalan kalau dengan tokoh politik lain, tapi ini bertemu dengan Pak Jokowi sebelum mengambil langkah politik yang berbeda dengan rekomendasi partai,” jelas Seno.

PDIP juga menilai, pertemuan Effendi dengan Jokowi sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi. “Ini yang diambil oleh partai, prinsipnya tegas, tidak bisa dikompromikan,” tegasnya.

Alasan kedua pemecatan adalah dukungan Effendi terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil dan Suswono. Sementara PDIP sendiri mengusung Pramono Anung dan Rano Karno sebagai calon mereka. PDIP menganggap dukungan ini sebagai pelanggaran kode etik partai.i

Menurut informasi, kedekatan Effendi dengan Jokowi telah menjadi isu yang cukup sensitif dalam PDIP. Hubungan antara keduanya telah menimbulkan polemik dalam partai, terutama karena Effendi mendukung langkah-langkah yang bertentangan dengan kebijakan PDIP.

Meski demikian, Effendi tetap pada pendiriannya, bahwa dia tidak merasa ada yang salah dengan hubungannya dengan Jokowi. Ia menganggap bahwa hubungan baik dengan Presiden tidak seharusnya menjadi alasan untuk dipecat dari partai.

Dengan segala kontroversi yang terjadi, Effendi berharap agar hubungan antara PDIP dan Jokowi bisa membaik. “Semoga ada perdamaian. Saya hanya ingin semua bisa berjalan damai,” ucap Effendi.

Meski kini sudah dipecat, Effendi Simbolon tetap menyampaikan pesan kedamaian dan berharap adanya rekonsiliasi antara PDIP dan Jokowi demi kepentingan bangsa dan negara.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan

Pemerintahan

Hukuman Mati ABK Sea Dragon Medan Jadi Sorotan, Menteri Natalius Pigai: Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia

Pemerintahan

Tangis Ibunda ABK Sea Dragon Medan yang Dituntut Hukuman Mati: Saya Tidak Rela, Tidak Ikhkas!

Pemerintahan

BRI Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta untuk 418 Warga Desa Hutagodang Terdampak Bencana

Pemerintahan

Malam Ke-3 Ramadhan, Ustad Jumana Farid Ingatkan Jamaah: "Sholat Adalah Tiang Agama"

Pemerintahan

Biaya Politik Selangit Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah, IPR Ungkap Fakta Mengejutkan