JAKARTA -Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA telah merilis hasil survei yang memperlihatkan distribusi dukungan partai politik (parpol) terhadap tiga bakal calon presiden (capres): Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Survei ini memunculkan temuan menarik mengenai bagaimana basis pemilih dari beberapa partai politik memberikan dukungan.
https://youtu.be/0T-dVc2-fSM?si=m2piAmvy9hBL5iNV
Menurut Adjie Alfariby, seorang peneliti dari LSI Denny JA, temuan menarik dalam survei ini adalah basis pemilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) cenderung lebih banyak memilih Prabowo Subianto, meskipun Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) Anies. Adjie menjelaskan, “Walaupun Muhaimin Iskandar berhasil memindahkan dukungan partainya ke Anies Baswedan, tapi di basis pemilih PKB, masih lebih banyak yang mendukung Prabowo.”Hasil survei menunjukkan bahwa suara dari pemilih PKB untuk Prabowo mencapai 41,4 persen, untuk Ganjar 36,2 persen, dan untuk Anies hanya 21,3 persen.
Sementara itu, suara dari pemilih Partai Gerindra hampir sepenuhnya (89,1 persen) mendukung Prabowo, dengan dukungan yang sangat rendah untuk Ganjar (3,6 persen) dan Anies (6,4 persen). Prabowo juga mendominasi dalam Partai Amanat Nasional (PAN) dengan dukungan sebesar 51,9 persen, serta meraih dukungan yang signifikan dari Partai Golkar (65,1 persen) dan Partai Demokrat (76,9 persen).
Ganjar Pranowo, di sisi lain, mendominasi dalam suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan dukungan sebesar 80,6 persen, serta meraih dukungan signifikan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan partai non-parlemen lainnya dengan dukungan mencapai 50 persen.
Adjie juga menyebutkan bahwa Anies Baswedan unggul dalam dukungan dari pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan dukungan sebesar 57,1 persen, dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan dukungan sebesar 48,6 persen.
Survei ini melibatkan 1.200 responden dan menggunakan metode multi-stage random sampling. Metode pengumpulan data adalah tatap muka dengan penggunaan kuisioner, dan memiliki margin of error sekitar 2,9 persen. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 4-12 September 2023, dimulai dua hari setelah deklarasi Anies-Cak Imin, dan dilengkapi dengan riset kualitatif.
(RED)