JABAR-Ribuan massa dari kelompok masyarakat Parungpanjang Bersatu menggeruduk Kantor Kecamatan Parungpanjang di Bogor, Jawa Barat, pada pagi Senin (20/11/2023). Aksi unjuk rasa ini memunculkan sebagai dampak dari polemik yang tak kunjung mendapat solusi konkret terkait truk tambang yang terus memakan korban di wilayah tersebut.
Dalam suasana unjuk rasa yang memanas, massa membawa miniatur keranda yang terbuat dari bambu dan kain hitam,
melengkapinya dengan bendera kuning plastik sebagai simbol protes dan keprihatinan akan korban-korban yang telah terjadi akibat polemik tersebut. Miniatur keranda ini menjadi simbol visual dari kesedihan dan keprihatinan masyarakat terhadap situasi yang terus berlangsung.
https://youtu.be/gP9HRIuutLY
Aksi tersebut juga mencuatkan ketegangan saat massa dan aparat keamanan terlibat dalam dorongan dan benturan fisik. Massa bahkan melempar kemasan air mineral ke arah kantor kecamatan, menunjukkan tingkat ketidakpuasan dan kekecewaan mereka terhadap pemerintah setempat yang dinilai belum memberikan solusi yang memadai terkait isu truk tambang.
Polemik truk tambang ini menjadi isu sentral dalam aksi unjuk rasa, mencerminkan ketidakpuasan dan keprihatinan yang mendalam dari masyarakat Parungpanjang Bersatu.
Tindakan dramatis membawa miniatur keranda menambah intensitas protes mereka, menegaskan seruan untuk segera menemukan solusi yang konkret dan efektif terhadap masalah yang terus meresahkan masyarakat setempat. Aksi ini menciptakan situasi tegang dan mewakili suara aspirasi yang ingin didengar oleh pihak berwenang..
(DADANG)