JOGJA – Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan terhadap isu isu yang terjadi menjelang pemilu 2024 pada 1//22024. Hasto menyebut ini bukan lagi persoalan PDI , Ganjar-Mahfud tetapi ini adalah persoalan kedaulatan rakyat .
Hasto Kristiyanto mengajak wartawan untuk mendengarkan rekaman suara Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PDIP, yang menjelaskan bahwa bendera PDIP diminta untuk diturunkan saat Presiden Joko Widodo melintasi jalan dari arah Jogja. Hal ini didasarkan pada perintah langsung dari Presiden Jokowi. Hasto menilai tindakan ini sebagai suatu hal yang mengganggu martabat dan kehormatan PDIP sebagai partai politik.
Menurut Hasto Kristiyanto, tindakan ini mencerminkan adanya perlakuan yang tidak adil terhadap PDIP dan merupakan sebuah bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan berpolitik. Dia menekankan bahwa PDIP sebagai partai politik yang besar dan berpengaruh tidak boleh diintimidasi atau dibuat merasa tidak dihargai oleh pemerintah.
https://youtu.be/loVtwRKvn2U
Pernyataan Hasto Kristiyanto juga mencerminkan ketidakpuasan PDIP terhadap kondisi politik saat itu dan menegaskan komitmen partai untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat dan keadilan sosial. Dia menegaskan bahwa PDIP akan terus mengawal proses demokrasi dan tidak akan mundur dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
(A/08)