BALI – Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Bali, yang baru-baru ini mencuat ke permukaan, menjadi sorotan publik yang hangat. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, memberikan tanggapannya terhadap pertemuan tersebut, menyatakan bahwa pertemuan tersebut terasa seperti pertemuan antara seorang junior dengan seniornya di militer.
Menurut Nusron, Prabowo bertemu dengan Luhut tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk meminta pandangan serta masukan mengenai arah pemerintahan ke depan, khususnya terkait suksesi Presiden Joko Widodo. Nusron menyebut bahwa Prabowo ingin memperoleh wawasan dari Luhut tentang langkah-langkah yang harus diambil dalam melanjutkan pemerintahan ke depan, sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai calon pemimpin.
Meskipun pertemuan tersebut menimbulkan spekulasi tentang apakah membahas komposisi kabinet jika Prabowo-Gibran terpilih menjadi bagian dari agenda, Nusron menepis spekulasi tersebut. Menurutnya, langkah-langkah terkait komposisi kabinet masih dianggap terlalu dini untuk dibahas.
Sebelumnya, Prabowo dilaporkan telah mengadakan pertemuan tertutup dengan Luhut Binsar Pandjaitan di Nusa Dua, Bali, yang diselenggarakan di tengah acara Kementerian Pertahanan (Kemhan). Rombongan dari Kemhan tiba di lokasi sekitar pukul 16.44 WITA, menimbulkan keingintahuan dari media yang berada di lokasi.
Tanggapan Nusron Wahid tersebut memberikan gambaran lebih lanjut tentang dinamika politik di Indonesia, terutama terkait upaya Prabowo-Gibran dalam memahami dinamika politik dan memperoleh perspektif yang beragam dalam mempersiapkan langkah-langkah ke depan. Dengan fokus TKN pada pengawalan penghitungan suara di KPU, setiap pendukung Prabowo-Gibran diharapkan untuk tetap memusatkan perhatian pada proses tersebut.
(A/08)