JAKARTA – Ancaman banjir pesisir (rob) kembali menghantui sembilan wilayah pesisir utara Jakarta pada rentang tanggal 19 hingga 23 Februari 2024 mendatang. Dalam menghadapi potensi bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang intensif.
Dalam upaya memonitor dan merespons potensi bencana, BPBD Jakarta telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) sebanyak 267 personel. Mereka bertugas untuk memantau perkembangan situasi di wilayah rawan banjir serta siap memberikan bantuan kepada masyarakat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Selain penyiagaan personel, BPBD Jakarta juga telah menyiapkan lokasi pengungsian dan prasarana pendukung di wilayah-wilayah rawan banjir. Hal ini dilakukan sebagai langkah persiapan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak jika terjadi banjir.
Dalam memberikan layanan darurat, BPBD Jakarta akan mengaktifkan Jakarta Siaga 112 yang dapat diakses selama 24 jam. Layanan ini akan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat selama periode banjir.
Selain itu, BPBD Jakarta juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), dalam menyiagakan pasukan biru dan alat pompa di kawasan utara Jakarta. Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan informasi peringatan dini banjir rob.
Dari sisi mitigasi struktural, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Pembangunan tanggul ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir pesisir di wilayah utara Jakarta.
Secara rinci, tahap pembangunan tanggul NCICD akan melibatkan pembangunan sepanjang 37.119 kilometer, dengan sebagian besar trase sudah terbangun sepanjang 13.401 kilometer. Pembagian tugas antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah diatur untuk mempercepat pembangunan yang belum terselesaikan.
Dengan langkah-langkah persiapan dan koordinasi yang intensif ini, diharapkan Jakarta dapat menghadapi ancaman banjir pesisir dengan lebih efektif dan responsif, serta melindungi masyarakat dari dampak yang lebih parah.
(A/08)