NTT – Di pedalaman Nusa Tenggara Timur, di Desa Golo Wune, sebuah gubuk kayu menjadi rumah bagi Mama Maria (42) dan tiga orang anaknya. Tanpa listrik, mereka hidup dalam keterbatasan, namun penuh dengan semangat dan kegigihan.
Dalam ruang sempit berukuran 2 x 3 meter, Mama Maria dan keluarganya menjalani semua aktivitas mereka. Meskipun penuh dengan kekurangan, mereka berbagi kebahagiaan sederhana yang mereka miliki.
Gubuk kayu tempat tinggal Mama Maria nyaris ambruk, dengan dinding yang lapuk dan atap yang bocor. Namun, mereka terus bertahan, bahkan ketika hujan turun, mereka harus mencari tempat berteduh di rumah tetangga.
Meskipun desanya telah dialiri listrik, Mama Maria memilih hidup tanpa lampu karena ketiadaan biaya untuk memasang listrik. Meskipun demikian, mereka terus melangkah maju, dengan Mama Maria bekerja keras untuk menyediakan makanan untuk keluarganya.
Suami Mama Maria telah lama merantau ke Kalimantan, meninggalkan dia dan anak-anaknya untuk bertahan sendiri. Meskipun demikian, Mama Maria tidak menyerah, tetap bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Untuk mencari nafkah, Mama Maria bekerja membersihkan kebun milik orang lain dengan upah Rp 30 ribu per hari. Namun, pekerjaan tidak selalu tersedia setiap hari, membuat mereka harus bertahan dengan keterbatasan yang ada.
Meskipun hidup dalam keterbatasan, Mama Maria tetap berharap untuk masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan anak-anaknya. Mereka adalah contoh nyata dari keteguhan dan semangat untuk terus berjuang meskipun dalam kondisi sulit.
(FZ/011)