Petinggi Partai Golkar Jelaskan Pesan di Balik Luhut-Airlangga Ingatkan Jangan Terpecah

BITVonline.com - Minggu, 17 Maret 2024 09:19 WIB

JAKARTA – Para petinggi Partai Golkar, yang terdiri dari Ketua Umum Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Penasihat Luhut Binsar Pandjaitan, dan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, secara kompak mengingatkan para kader agar tetap solid dan tidak terpecah belah. Pesan ini disampaikan dalam rangka menjaga fokus para kader dalam menghadapi berbagai agenda politik, terutama dalam proses penghitungan hasil pemilu dan persiapan untuk perhelatan pilkada mendatang.

Ketua DPP Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi, menjelaskan bahwa pesan dari para petinggi partai itu ditujukan agar kader tetap fokus dalam menyongsong proses penghitungan hasil pemilu dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pilkada mendatang. Dalam situasi politik yang sedang berjalan, soliditas dan fokus kader dianggap sangat penting, terutama mengingat adanya persiapan untuk Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar pada Desember mendatang.

“Tahun politik saat ini memerlukan fokus para kader agar tidak terdistraksi oleh isu-isu yang datang dari luar partai. Soliditas kader juga menjadi kunci menjelang Munas yang akan datang,” ujar Bobby kepada wartawan.

Bobby menegaskan bahwa pesan tersebut tidak ditujukan kepada pihak tertentu di luar partai. Hal ini murni sebagai upaya untuk memastikan bahwa para kader Golkar tetap bersatu dan fokus dalam menjalankan agenda politik partai.

Meskipun beberapa spekulasi mengenai potensi kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Partai Golkar mencuat, Bobby menegaskan bahwa pesan tersebut hanya ditujukan kepada ketua-ketua DPD agar mempersiapkan diri untuk agenda politik mendatang.

Selama acara silaturahmi kader di Bali, Airlangga, Luhut, dan Ical menegaskan pentingnya kesatuan dan kesolidan dalam menjaga integritas Partai Golkar. Mereka menyoroti pentingnya menjaga kesatuan menjelang Munas, serta mengingatkan agar partai tidak mudah dimanipulasi oleh pihak eksternal.

Airlangga menekankan bahwa dalam proses menuju Munas, Golkar harus bersatu dan tidak terpecah belah. Hal ini untuk mencegah adanya upaya memecah belah partai menjelang acara Munas yang akan menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.

“Golkar harus tetap solid dan tidak terpecah belah. Dari sekarang hingga Munas, pasti akan ada yang berusaha memecah belah Golkar,” ujar Airlangga dalam salah satu kesempatan.

Dengan adanya pesan yang disampaikan oleh para petinggi partai, diharapkan para kader Golkar tetap kompak dan fokus dalam menjalankan peran politiknya. Soliditas dan integritas partai diharapkan dapat terjaga, sehingga Partai Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang relevan dalam peta politik Indonesia.

(K/09)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Ngaku Tak Paham Hukum karena Pedangdut, Fadia Arafiq Disentil Wamendagri Bima Arya

Pemerintahan

Hakim Tegur Kuasa Hukum di Sidang Praperadilan Gus Yaqut: Ini Bukan Talk Show!

Pemerintahan

KPK Duga Dua Saksi Kasus Korupsi Bupati Pati Sudewo Hambat Penyidikan

Pemerintahan

Gubernur Hingga Lurah Bisa Turun Langsung Pantau Dapur MBG, Pastikan Menu Bergizi Sesuai Standar

Pemerintahan

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas di PN Jaksel, Tim Pengacara Bawa Dokumen dan Pakar Hukum

Pemerintahan

Mobil Lexus Diduga Ngebut Tabrak Pasutri di Medan, Pengemudi Motor Alami Patah Kaki dan Istri Luka di Kepala