Indonesia Tertinggal dalam Ekspor Durian ke China, Rosan Roeslani Soroti Tantangan Besar

BITVonline.com - Rabu, 29 Januari 2025 14:38 WIB

JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyoroti masih minimnya ekspor durian Indonesia ke China. Padahal, nilai impor durian ke negeri Tirai Bambu tersebut mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 114 triliun setiap tahunnya. Namun, sebagian besar pasokan durian berasal dari Malaysia dan Thailand. “Kenapa ya? Padahal pas saya cobain durian dari Malaysia sama durian dari Indonesia rasanya gak kalah, justru lebih enak.

Ini PR kita bersama kenapa kita belum ekspor ke China durian yang marketnya terus tumbuh,” ujar Rosan dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (29/1/2025). Rosan menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi durian. Dengan iklim tropis dan beragam varietas unggulan, Indonesia seharusnya bisa bersaing di pasar global.

“Potensi durian kita luar biasa. Saya mengajak para investor yang punya visi dan semangat untuk bersama-sama mengembangkan sektor ini,” tambahnya. Namun, kenyataannya, Indonesia masih kalah dari negara-negara tetangga. Vietnam bahkan telah berhasil menyalip Thailand sebagai produsen durian terbesar di dunia. Pada 2024, nilai ekspor durian Vietnam mencapai US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 53,13 triliun, melonjak 7,8 kali lipat dibandingkan tahun 2022.

Hampir 50% dari total ekspor buah dan sayur Vietnam kini berasal dari durian. Menurut laporan riset, Indonesia menghadapi sejumlah kendala dalam menembus pasar ekspor, terutama ke China. Beberapa tantangan utama yang dihadapi adalah standar kualitas yang belum konsisten, minimnya teknologi pasca panen untuk mempertahankan kesegaran durian, dan kemasan produk yang kurang kompetitif di pasar global.

Ketidaksiapan ini membuat durian Indonesia sulit bersaing di pasar China, yang saat ini mendominasi konsumsi global hingga 91%. Hal ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS), di mana nilai ekspor durian Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan Malaysia dan Thailand.

Untuk dapat bersaing, Indonesia perlu meningkatkan standar kualitas, teknologi pasca panen, serta strategi pemasaran agar dapat menembus pasar ekspor yang semakin ketat. Pemerintah dan pelaku industri durian perlu bersinergi untuk mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Indonesia.(CNC)

(CHRISTIE)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Prabowo Minta Kementerian Pinjamkan Aset Nganggur untuk Percepat Sekolah Rakyat

Pemerintahan

Gempa M4,2 Guncang Bener Meriah Aceh, BMKG: Berpusat di Darat

Pemerintahan

Jadwal Lengkap Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, 14 Kloter Tiba Bertahap 15–30 Juni

Pemerintahan

Said Iqbal Dikabarkan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan Besok

Pemerintahan

Kapolri Respons Usulan Sipil Bisa Isi Jabatan Utama di Polri: Sudah Ada Mekanisme Resiprokal

Pemerintahan

Prabowo: Mewujudkan Hidup Layak untuk Rakyat Butuh Usaha Besar dan Kerja Keras