JAKARTA –Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyoroti insiden yang melibatkan mobil dinas RI 36 milik Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Insiden tersebut menarik perhatian publik setelah diketahui bahwa mobil dinas tersebut terlibat dalam peristiwa yang dianggap arogan di jalanan, khususnya saat petugas patwal mobil tersebut terlihat menunjuk-nunjuk sopir taksi yang terjebak dalam kemacetan.
Eddy Soeparno mengingatkan pentingnya bagi pejabat publik untuk menjaga sikap di mata masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sikap seorang pejabat publik tidak hanya dinilai dari kinerjanya, namun juga perilaku mereka sehari-hari. Menurutnya, di era keterbukaan informasi seperti saat ini, setiap tindakan pejabat publik dapat dengan cepat tersebar luas melalui media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak.
“Saya kira bukan warning, tetapi mengingatkan kita kembali bahwa kita pejabat publik, dan masyarakat tidak hanya menilai kinerja kita tetapi juga menilai perilaku kita,” ujar Eddy saat ditemui di Kompleks Nusantara III DPR RI, Jakarta, Senin (13/1).
Ia melanjutkan bahwa informasi yang berkembang di media sosial sangat mudah diakses oleh masyarakat, sehingga para pejabat publik perlu selalu berhati-hati dalam bertindak. “Mata telinga ada di mana-mana, jadi kita harus berperilaku sebagaimana yang dikehendaki masyarakat,” tambah Eddy.
Raffi Ahmad, yang diketahui sebagai pemilik mobil dinas RI 36, akhirnya mengakui bahwa mobil tersebut digunakan untuk kegiatan dinas kenegaraan sehari-hari. Namun, ia juga menegaskan bahwa saat kejadian tersebut terjadi, dirinya tidak berada di dalam mobil, melainkan sedang dijemput.
Insiden tersebut mendapat perhatian lebih setelah video yang menunjukkan petugas patwal mobil RI 36 menunjuk-nunjuk taksi yang terjebak macet di Jakarta viral di media sosial. Setelah kejadian tersebut, Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indrawijaya turun tangan untuk menegur pemilik mobil dinas tersebut. “Sudah. Sudah kita tegur,” kata Teddy saat dikonfirmasi.
Dengan adanya insiden ini, masyarakat kembali diingatkan tentang pentingnya sikap dan etika pejabat publik dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.
(N/014)