MEDAN -Dalam dinamika politik yang semakin memanas menjelang pemilihan gubernur, nama Bobby Nasution menjadi sorotan karena keputusannya yang tegas untuk tetap mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara ke PDIP, meskipun partai tersebut telah secara tegas menolaknya berulang kali.
Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu nampaknya tidak gentar menghadapi tantangan dari PDIP. Meski sudah di-blacklist dan dinyatakan tidak bakal dilayani, Bobby tetap bersikukuh untuk mengambil formulir pendaftaran ke partai tersebut.
Dalam sebuah pernyataannya, Bobby menyatakan, “Ya sia-sia itu kalau tidak mencoba,” sebagai respons terhadap pernyataan tegas PDIP yang menolaknya. Hal ini mencerminkan kegigihan dan keyakinannya dalam memperjuangkan aspirasi politiknya.
Namun, PDIP sendiri tidak mundur dari sikapnya. Partai ini dengan tegas menyatakan bahwa Bobby Nasution sudah di-blacklist dan sulit untuk diterima kembali sebagai bakal calon Gubernur Sumut yang akan diusung. Alasan utamanya adalah karena Bobby telah dipecat dari partai setelah tidak mendukung Ganjar-Mahfud pada Pilpres sebelumnya.
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik PDI Perjuangan Sumut, Aswan Jaya, menegaskan bahwa peluang Bobby diusung sangat kecil dan menyarankan agar Bobby tidak menyia-nyiakan waktunya. “Sikap PDI Perjuangan sangat mempertimbangkan untuk mencalonkan Bobby Nasution, bahkan pertimbangannya itu tidak akan mengusung (Bobby), saya pikir Bobby tak usah menyia-nyiakan waktunya,” ujarnya.
Namun, Bobby Nasution tidak mengendurkan tekadnya. Meskipun sulit, keputusannya untuk tetap mengambil formulir pendaftaran ke PDIP menunjukkan bahwa ia masih mempertahankan harapannya dalam meraih dukungan politik.
Dalam latar belakang politik yang kompleks, sikap Bobby Nasution mencerminkan semangatnya untuk terus berjuang dan memperjuangkan visi politiknya. Bagaimanapun, ini menjadi sebuah kisah menarik dalam panggung politik Sumatera Utara yang akan terus diikuti perkembangannya.
(K/09)