Pesan Tuan Guru Batak Untuk Nikson Nababan Dalam Pemilihan Gubernur Sumatra Utara

BITVonline.com - Jumat, 26 April 2024 02:38 WIB

TAPANULI UTARA -Di balik gemerlapnya dunia politik Sumatra Utara, terdapat pertemuan yang tak terduga antara seorang mantan bupati yang berencana maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatra Utara 2024 dan seorang tokoh spiritual yang dipandang tinggi, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Ahmad Sabban El-Ramaniy Rajagukguk.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, Nikson Nababan, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tapanuli Utara, memasuki kediaman TGB Syekh Ahmad. Kedatangan Nikson disambut dengan penuh keramahan, yang ditandai dengan sambutan hangat dan obrolan ringan sembari bersalaman. Di tengah percakapan itu, Nikson tak lupa memberikan sebuah buku hasil karyanya berjudul “Desa Kuat, Kota Maju, Negara Berdikari” kepada Pesan Tuan Guru Batak untuk Nikson Nababan dalam Pemilihan Gubernur Sumatra Utara”tuan rumah.

Namun, pertemuan itu tak sekadar seremonial politik biasa. Sebuah pernyataan menarik muncul dari TGB Syekh Ahmad, “Kalau Nikson istirahat berarti zalim.” Pernyataan itu memancing rasa ingin tahu, seolah menggali makna yang lebih dalam dari aktifitas politik yang tengah dijalani oleh Nikson. TGB Syekh Ahmad menjelaskan bahwa menurutnya, kezaliman sejatinya adalah membiarkan kemampuan dan potensi bersemayam di tubuh yang malas. Dalam konteks itu, istirahat bagi Nikson Nababan bisa menjadi tanda ketidaksetiaan pada panggilan politik dan tanggung jawab sosialnya.

Bagi Nikson, langkah politiknya bukanlah sekadar ambisi pribadi, melainkan respons atas dorongan dan ide-ide yang muncul dari berbagai lapisan masyarakat. Ia mengakui bahwa dorongan itu datang dari beragam kalangan, mulai dari teman-temannya, mahasiswa, pergerakan pemuda, tokoh agama, hingga para senior partai politik. Nikson dipandang sebagai sosok yang memiliki kelebihan dan perbedaan yang dibutuhkan oleh masyarakat Sumatra Utara saat ini.

“Awal mula ada dorongan atau ide dari teman mahasiswa, pergerakan pemuda, tokoh agama, dan dari para senior partai maju di Pilgub Sumut sehingga saya memutuskan maju kalau Tuhan mengizinkan,” ungkap Nikson, mencerminkan keyakinan spiritualnya dalam menghadapi tantangan politik yang kompleks.

Pertemuan antara Nikson Nababan dan TGB Syekh Ahmad menggambarkan sebuah perjalanan yang melampaui sekadar arena politik. Ini adalah cerminan dari dinamika spiritual dan sosial yang membentuk karakter seorang pemimpin. Nikson Nababan tidak hanya berhadapan dengan tugas-tugas duniawi, tetapi juga dengan panggilan spiritual yang mempertanyakan kesetiaannya pada tujuan yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap langkah politik, ada baiknya untuk selalu merenungkan nilai-nilai spiritual yang mendasari tindakan kita. Hanya dengan begitu, kita dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga berakar kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi pijakan utama dalam mengemban amanah rakyat. , 

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Pigai Larang Tembak di Tempat Pelaku Begal, Polda Metro Jaya: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama

Pemerintahan

Pro dan Kontra Penunjukan WNA Australia sebagai Dirut BUMN Ekspor SDA Indonesia

Pemerintahan

Listrik Belum Pulih di Sejumlah Wilayah Sumut, Pemadaman Sudah Lebih 12 Jam

Pemerintahan

IHSG Terpuruk 8,35%, Kapitalisasi Pasar Hilang Rp1.190 Triliun dalam Sepekan

Pemerintahan

Majelis Al-Qur’an di Masjid Bukan Sekadar Kajian, Ini 4 Keutamaannya

Pemerintahan

Terdakwa Kasus Korupsi Inalum Ajukan Eksepsi: Sebut Dakwaan JPU Tidak Cermat, Tidak Jelas, dan Tidak Lengkap