JAKARTA -Dalam sebuah acara Bimtek dan Rakornas Pilkada PAN di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Prabowo Subianto menyampaikan sindiran serta peringatan yang menarik. Dalam pidatonya, Prabowo tidak hanya memberikan pandangan politiknya, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam membangun bangsa.
Prabowo terlihat menyindir tudingan bahwa ada partai yang mengklaim Soekarno sebagai milik mereka. Menurutnya, Soekarno adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik satu partai tertentu. Dengan tegas, Prabowo menegaskan bahwa Soekarno merupakan simbol persatuan bagi semua warga negara.
Namun, sindiran Prabowo tidak berhenti di situ. Dia juga menyebutkan bahwa ada tiga presiden yang secara terang-terangan mendukungnya, termasuk Joko Widodo (Jokowi), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bahkan, Prabowo menganggap bahwa Soekarno, sebagai tokoh nasional, juga mendukungnya dari langit.
Selain menyindir, Prabowo juga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintahannya yang akan datang. Dia menekankan agar mereka tidak mengganggu jalannya pemerintahan. Dalam konteks kerja sama, Prabowo menegaskan bahwa semua orang, tanpa memandang latar belakang politik, harus bersatu demi kebaikan bangsa Indonesia.
Dalam suasana yang begitu politis, Prabowo juga tidak ragu mengakui bahwa setiap partai, termasuk Gerindra tempatnya bernaung, memiliki anggota yang baik dan buruk. Namun, ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah bagaimana semua pihak bisa bekerja sama meskipun dari latar belakang yang berbeda.
Prabowo menutup pidatonya dengan menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia tidak bisa dibendung kecuali jika elit negara tidak mau bekerja sama. Ini merupakan sebuah tantangan besar, tetapi juga merupakan panggilan untuk semua pihak untuk bersatu demi kemajuan bangsa.
Sejauh ini, tanggapan masyarakat terhadap pidato Prabowo ini cukup beragam. Beberapa mendukungnya sebagai sikap yang tegas dan jelas, sementara yang lain mengkritiknya sebagai upaya politisasi yang tidak perlu. Yang jelas, pernyataan Prabowo ini menjadi sorotan dalam panggung politik Indonesia.
Tetaplah terhubung untuk informasi lebih lanjut seputar perkembangan politik dan berita terkini lainnya.
(N/014)