Bali – Seluruh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bali dipecat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Mardiono. Keputusan ini menimbulkan gejolak di internal partai, dengan para kader PPP Bali siap melawan tindakan sepihak tersebut.
Isu yang berkembang menyebutkan bahwa pemecatan ini dilakukan karena pengurus DPW PPP Bali tidak mendukung Mardiono untuk maju sebagai ketua umum dalam Muktamar PPP. Namun, pengurus PPP Bali membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa alasan di balik pemecatan tidak jelas.
“PPP ini kan partai Islam tertua. Harusnya ada kaidah-kaidah yang perlu dilakukan, semisal tabayyun terlebih dahulu. Ini kan tidak. Main pecat-pecat saja, organisasi kelas kampung saja ada aturan mainnya,” kata Plt Ketua DPW PPP Bali, Idy Muzayyad, Jumat (12/7/2024).
Kinerja DPW PPP Bali dan Kekecewaan Pengurus
Idy Muzayyad merasa heran dengan keputusan partai yang memecat dirinya dan seluruh pengurus DPW PPP Bali secara sepihak. Menurut Idy, kinerja DPW PPP Bali cukup signifikan dengan kenaikan kursi 100 persen di DPRD kabupaten/kota. Keberhasilan ini seharusnya menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh DPP PPP.
“PPP ini adalah partai yang memiliki sejarah panjang dalam dunia politik Indonesia. Seharusnya, setiap keputusan yang diambil didasarkan pada prinsip-prinsip yang kuat dan melalui proses yang jelas. Kami di DPW PPP Bali merasa telah bekerja keras dan memberikan kontribusi nyata,” ujar Idy.
Idy juga menyesalkan tidak adanya musyawarah terkait kebijakan pergantian kepengurusan DPW Bali. Menurutnya, tindakan ini menunjukkan kurangnya komunikasi yang baik antara DPP dan DPW. “Kalau kita tidak peduli, maka kezaliman lain akan terjadi. Dan kalau itu terjadi, PPP akan tambah terpuruk lagi,” imbuhnya.
Langkah Hukum dan Upaya Pembatalan Keputusan
Idy Muzayyad berencana menggugat pemecatan sepihak tersebut ke mahkamah partai. Ia menegaskan bahwa pemecatan ini dilakukan tanpa komunikasi formal dengan kader DPW PPP Bali. “Komunikasi secara formal belum ada. Hanya dari surat-menyurat itu,” ujarnya.
Pengurus PPP Bali telah menerima surat pemecatan dari DPP PPP, namun mereka masih berupaya mengajukan pembatalan terkait keputusan Mardiono. Idy menegaskan bahwa DPW PPP Bali akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan dan memastikan kebijakan partai tetap berada pada jalur yang benar.
Dukungan dan Solidaritas Kader
Keputusan pemecatan ini juga menimbulkan solidaritas di kalangan kader PPP Bali. Mereka menyatakan siap melawan keputusan tersebut dan mendukung upaya Idy Muzayyad dalam memperjuangkan hak-haknya. Para kader menilai bahwa keputusan ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga merusak citra partai di mata masyarakat.
“Kami akan terus berjuang dan mengawasi setiap kebijakan partai yang melenceng. PPP harus kembali ke jalur yang benar dan mendengarkan aspirasi kadernya,” tegas salah satu kader PPP Bali.
Kesimpulan
Pemecatan seluruh pengurus DPW PPP Bali oleh Mardiono telah memicu reaksi keras dari kader partai di Bali. Dengan kinerja yang signifikan dan tanpa adanya komunikasi yang baik, keputusan ini dianggap tidak adil dan merugikan. Upaya hukum akan ditempuh untuk membatalkan keputusan ini, dan para kader PPP Bali siap melawan demi menjaga integritas partai.