IKN –Menjelang momentum bersejarah Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-79, yang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya, persiapan semakin intens dilakukan. Acara ini bukan hanya sekadar perayaan kemerdekaan, tetapi juga menandai tonggak penting dalam perjalanan pemindahan ibu kota negara serta penyempurnaan infrastruktur IKN.
Konferensi pers yang diadakan pada Jumat, 27 Juli 2024, mengungkapkan kemajuan persiapan upacara tersebut. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong, menyatakan bahwa upacara ini akan menjadi milestone dalam sejarah perpindahan ibu kota. “Upacara Bendera HUT ke-79 Kemerdekaan RI adalah milestone atau tonggak sejarah perpindahan ibu kota negara ke Nusantara. Selain itu juga adalah tonggak sejarah bagi penyempurnaan dari sisi infrastruktur IKN,” ujar Usman.
Usman menambahkan bahwa meskipun IKN mer upakan proyek besar yang direncanakan hingga tahun 2045, persiapan untuk upacara tersebut tetap menjadi bagian penting dari proses pembangunan. “IKN adalah proyek jangka panjang hingga tahun 2045. Jadi jangan dibayangkan bahwa semuanya sudah siap ketika upacara bendera nanti,” jelasnya.
Di tengah persiapan tersebut, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadi elemen kunci. Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, menjelaskan bahwa calon Paskibraka (Capaska) telah melalui seleksi ketat untuk memastikan kualitas dan kesiapan mereka. “Para Capaska merupakan perwakilan putra-putri terbaik dari 38 provinsi, yang diseleksi sejak Januari. Seleksi meliputi tes kesehatan, tes fisik, wawancara, kepribadian, hingga psikotes,” ungkap Rima.
Saat ini, sebanyak 76 Capaska, terdiri dari 38 putra dan 38 putri dari tiap provinsi, sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) tingkat pusat di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta. Pelatihan ini menerapkan Sistem Desa Bahagia, yang mencerminkan miniatur Indonesia dengan nilai-nilai Pancasila. “Pemusatan diklat Capaska mencakup pembelajaran aktif, pelatihan, dan pengasuhan. Saat ini, pelatihan telah mencapai tahap baris-berbaris, formasi upacara, serta praktik pengibaran bendera,” jelas Rima.
Fifandra Ardiansyah, salah satu Capaska perwakilan Provinsi Maluku Utara, menyampaikan antusiasmenya. “Bersyukur dan sangat senang bisa bertemu dengan teman-teman sebangsa dari Sabang sampai Merauke, dan saling bertoleransi. Hal ini membuat saya bersemangat untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik, mempersiapkan fisik dan juga mental,” kata Fifandra.
Pada 9 Agustus mendatang, Capaska akan dikukuhkan sebagai Paskibraka dan segera berangkat ke Nusantara untuk melakukan berbagai persiapan akhir. Rima Agristina menegaskan harapan untuk upacara yang sukses, “Kami berharap dapat melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Dengan hadirnya Nusantara, ini bisa menjadi gerbang kemajuan Indonesia dengan peran generasi muda sebagai kader masa depan mewujudkan Indonesia yang maju.
(N/014)