Kisruh dengan PBNU, PKB Pastikan Urusan Pilkada Tak Terganggu

BITVonline.com - Selasa, 30 Juli 2024 10:11 WIB

JAKARTA  -Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat ini tengah menghadapi kisruh dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketegangan ini semakin memanas setelah Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyebutkan bahwa pernyataan sejumlah elite PKB terhadap NU telah melewati batas. Kisruh ini menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap persiapan PKB menjelang Pilkada Serentak 2024.

Gus Yahya, panggilan akrab Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa konflik ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Dalam pernyataannya, Gus Yahya mengkritik keras pernyataan beberapa tokoh PKB yang dianggap telah merendahkan posisi NU. Menurutnya, masalah ini memerlukan perhatian serius dari PBNU untuk menjaga integritas dan kehormatan organisasi.

“Masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Beberapa pernyataan dari elite PKB telah melampaui batas dan menimbulkan sentimen negatif terhadap PBNU,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Minggu (28/7/2024). Ia menekankan bahwa PBNU sebagai lembaga perlu mengambil sikap tegas mengenai hal ini.

Sementara itu, PKB menepis tudingan tersebut dan menegaskan bahwa kisruh ini tidak akan mempengaruhi persiapan mereka untuk Pilkada Serentak 2024. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, mengatakan bahwa partainya tetap solid meskipun menghadapi ketegangan dengan PBNU. Ia mengimbau kepada seluruh jajaran PKB dan masyarakat Nahdliyin untuk tidak terpengaruh oleh konflik internal ini.

“PKB tetap solid dan tidak akan terganggu dengan urusan-urusan yang seperti ini. Kami berkomitmen untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat Nahdliyin,” ujar Jazilul kepada wartawan di DPR, Senayan, Selasa (30/7/2024). Ia juga menambahkan bahwa PKB berfokus pada legislasi, pengawasan pemerintah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, dan meminta agar masyarakat tidak terlalu memperhatikan kisruh internal ini.

Kisruh ini dimulai setelah beberapa pernyataan dari tokoh PKB yang dianggap meremehkan atau menyerang NU secara langsung. Gus Yahya menyebutkan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut menimbulkan reaksi negatif di kalangan elite NU. Meskipun PBNU memiliki hubungan historis yang erat dengan PKB, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU tidak ingin hanya mengurusi persoalan internal PKB.

“NU tidak mau hanya mengurusi PKB. Kami ingin fokus pada tugas utama kami sebagai organisasi, dan menjaga agar hubungan dengan PKB tetap berjalan baik tanpa terganggu oleh pernyataan-pernyataan yang tidak produktif,” tambah Gus Yahya.

Dengan adanya ketegangan ini, publik akan terus mengamati perkembangan hubungan antara PKB dan PBNU, terutama bagaimana dampaknya terhadap persiapan Pilkada Serentak 2024. Apakah kisruh ini akan berlanjut atau mereda, dan bagaimana kedua belah pihak akan menavigasi situasi ini, menjadi perhatian utama dalam beberapa waktu ke depan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Motor Sitaan Kasus BGN Berpeluang Jadi Kendaraan Guru Honorer, DPR Beri Lampu Hijau

Pemerintahan

Kasus Ijazah Jokowi Masuk Babak Sidang, IPW Tantang Jaksa Buktikan Dakwaan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa

Pemerintahan

Dua Peserta SPPI Tewas Saat Latsarmil, Kemhan Langsung Lakukan Evaluasi

Pemerintahan

IHSG Bangkit ke Zona Hijau, 226 Saham Menguat dan Sentuh Level 6.128

Pemerintahan

Harga Emas Antam Anjlok Rp18 Ribu, Kini Dibanderol Rp2,655 Juta per Gram

Pemerintahan

Harga Cabai Rawit Masih Pedas! Tembus Rp71.600 per Kg, Telur Ayam Rp29.800