Penggunaan Tanaman Kumis Kucing untuk Mengatasi Diabetes: Penjelasan dan Cara Pemakaian

BITVonline.com - Minggu, 11 Agustus 2024 09:14 WIB

BITVONLINE.COM -Tanaman kumis kucing, atau Orthosiphon aristatus, telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai salah satu herbal yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Di antara manfaatnya, kumis kucing sering kali digunakan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan seperti diabetes. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah semua bagian tanaman kumis kucing bisa digunakan sebagai obat dan bagaimana cara pemakaian yang benar untuk mengatasi diabetes?

Bagian-Bagian Kumis Kucing yang Bisa Digunakan

Menurut dr Inggrid Tania, MSi, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), seluruh bagian tanaman kumis kucing—mulai dari daun, tangkai, hingga bunga—dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Salah satu metode yang paling umum adalah dengan merebus kumis kucing untuk diambil ekstraknya.

“Seluruh bagian tanaman kumis kucing bisa digunakan, termasuk daun, tangkai, dan bunganya. Biasanya, kita akan merebus kumis kucing dalam air panas untuk mengeluarkan zat aktif yang bermanfaat,” jelas dr Inggrid dalam wawancaranya dengan detikcom pada Minggu (11/8/2024).

Cara Pembuatan Ramuan Kumis Kucing untuk Diabetes

Untuk mengatasi diabetes, dr Inggrid menjelaskan dosis dan cara pembuatan ramuan kumis kucing yang efektif. Berikut adalah langkah-langkah dan dosis yang direkomendasikan:

Menggunakan Kumis Kucing Segar:Dosis: 80 gram kumis kucing segar, yang kira-kira setara dengan satu genggam.Metode: Rebus 80 gram kumis kucing segar dalam 1 liter air, atau sekitar 5 gelas air.Proses Rebus: Panaskan air hingga mendidih, kemudian masukkan kumis kucing dan teruskan merebus selama 15-20 menit hingga air tersisa sekitar 3 gelas.Cara Konsumsi: Ramuan ini dapat dikonsumsi tiga kali sehari, yaitu satu gelas pagi, satu gelas siang, dan satu gelas malam hari. Idealnya, ramuan ini diminum sebelum makan.Menggunakan Kumis Kucing Kering:Dosis: 6-12 gram kumis kucing kering.Metode: Rebus 6-12 gram kumis kucing kering dalam 1 liter air yang telah dipanaskan hingga mendidih.Proses Rebus: Setelah air mendidih, tambahkan kumis kucing kering dan teruskan merebus selama 15-20 menit hingga air tersisa sekitar 3 gelas.Cara Konsumsi: Sama seperti dengan kumis kucing segar, ramuan ini juga dikonsumsi tiga kali sehari dengan dosis satu gelas pagi, satu gelas siang, dan satu gelas malam.

Kombinasi Herbal untuk Meningkatkan Khasiat

Dr Inggrid juga menambahkan bahwa kumis kucing dapat dikombinasikan dengan herbal lain untuk meningkatkan efektivitasnya. Beberapa tanaman yang sering dikombinasikan dengan kumis kucing meliputi daun sambiloto, brotowali, dan daun salam.

“Penggunaan kumis kucing bisa dikombinasikan dengan herbal lain seperti daun sambiloto, brotowali, dan daun salam untuk meningkatkan manfaatnya. Namun, untuk pemula, disarankan untuk mencoba kumis kucing terlebih dahulu. Jika hasilnya memuaskan, Anda bisa menambahkan herbal lain sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Pentingnya Konsultasi dengan Tenaga Medis

Walaupun kumis kucing memiliki potensi manfaat untuk mengatasi diabetes, dr Inggrid Tania menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai pengobatan herbal. Setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, dan pengobatan herbal harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk medis.

“Selalu penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai pengobatan herbal, termasuk menggunakan kumis kucing. Ini untuk memastikan bahwa pengobatan tersebut aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda,” tutup dr Inggrid.

Dengan memahami dosis dan cara pemakaian kumis kucing yang tepat, diharapkan pengobatan ini bisa memberikan manfaat tambahan dalam mengelola diabetes secara alami.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung

Pariwisata

Karang Taruna Sukoharjo dan PWI Gelar Donor Darah Gratis Jelang Ramadan 2026

Pariwisata

Kwarran Sukoharjo Gelar Ramadhan Scouting Competition 2026 di Pringsewu, Bentuk Generasi Pramuka Cakap dan Berakhlak

Pariwisata

Alumni UGM Sumsel Dikukuhkan, Joncik Muhammad Tekankan “Guyub, Rukun, Migunani”

Pariwisata

Membangun Generasi Disiplin, Satgas Damai Cartenz 2026 Latih Baris-Berbaris Siswa SD Dondobaga di Papua

Pariwisata

Kepala Bidang DPMPTSP Tanggamus Ditemukan Meninggal di Kantor, Diduga Serangan Jantung