Stok Obat Kosong di Farmasi, Pasien Tertunda Gunakan Obat

BITVonline.com - Jumat, 31 Januari 2025 06:36 WIB

MEDAN – Seorang peserta BPJS Kesehatan yang berobat ke RSU Haji Medan, harus tertunda gunakan obat sampai waktu yang tidak pasti. Ini akibat jenis obat yang dibutuhkan sesuai resep dokter, tidak tersedia di Farmasi Rawat Jalan Poli 2 rumah sakit milik Pemprov Sumut tersebut.

Akibatnya, hingga hari kedua setelah menerima resep obat dari dokter, pasien yang mengaku A. Siregar itu, belum juga menggunakan obat. “Saya belum tau kapan obat yang saya butuhkan itu tersedia,” jelas A. Siregar.

Kepada wartawan, Jumat (31/01/2025), A. Siregar menjelaskan, kekecewaannya atas layanan BPJS Kesehatan ini, bermula ketika ia berobat ke RSU Haji Medan, Kamis (30/01/2025). Ia mengaku mendapat pelayanan yang baik di RSU Haji Medan hingga dokter memberi resep obat.

Namun, ia benar-benar sangat kaget ketika petugas Farmasi Rawat Jalan Poli 2 itu menjelaskan bahwa, satu dari dua jenis obat yang diresepkan dokter, sedang tidak ada. Stok obatnya lagi kosong.

Petugas Farmasi tersebut selanjutnya menyerahkan salinan resep dokter. Di kertas salinan resep dokter itu, ditempelkan kertas berisi keterangan obat yang dibutuhkan. Lalu, di balik kertas resep dokter, tertulis Nomor WhatsApp atas nama apt. Tedy Prayoga S.Farm.

“Bapak…, satu dari tiga jenis obatnya lagi kosong. Bapak bisa hubungi nomor WA ini untuk menanyakan soal ketersediaan obat tersebut,” jelas perempuan petugas Farmasi Rawat Jalan Poli 2 RSU Haji Medan tersebut, sembari menunjuk nomor WhatsApp yang tertulis di kertas resep dokter.

Sayangnya, ketika ditelpon pada jam kerja, Tedy Prayoga sebagai pemilik nomor WA, tidak mengangkat. Setelah dikirim pesan singkat WhatsApp, Tedy Prayoga baru menjawab dengan meminta agar mengirimkan foto resep obat.

Tidak berapa lama, melalui pesan singkat, Tedy Prayoga menjelaskan bahwa obat yang tertulis dalam resep dokter tersebut, masih kosong di Farmasi. “Obat tersebut sudah masuk ke dalam surat permintaan kami. Tapi emang, barang dari distributor belum masuk,” jelasnya lewat pesan singkat.

Mengingat pentingnya obat tersebut, Siregar menawarkan solusi untuk membeli obat tersebut ke apotek lain, dengan catatan uang pembeliannya bisa diklaim ke BPJS Kesehatan sebagai pengganti.

Namun, Tedy menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengganti klaim obat dengan uang. “Kita tidak bisa mengganti klaim obat dengan uang. Copy resep (hutang obat) kami masih berlaku sampai obatnya datang,” jawab Tedy.

Yang semakin membuat bingung adalah, tidak dijelaskan sampai kapan obat tersebut akan tersedia. “Kalau sampai kapan, saya di Farmasi Rawat Jalan sebagai pelaksana, tidak tahu kapan, Bapak. Tapi yang jelas, keluhan Bapak sudah saya teruskan ke pejabat bagian pengadaan obat,” jawab Tedy.

Dengan pelayanan seperti ini, bagaimana kalau pasiennya dalam kondisi kritis ya? (as/014)*

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Pariwisata

Wagub Aceh dan Mendagri Salat Jumat Bersama Warga Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang, Pemerintah Dengarkan Aspirasi Warga

Pariwisata

Jelang Idulfitri, Korem 011/Lilawangsa Salurkan 2 Ton Zakat untuk Warga Lhokseumawe

Pariwisata

Jaga Malam Kemenangan, Puluhan Personel Polda Bali Amankan Takbiran di Masjid Ukhuwwah Denpasar

Pariwisata

Operasi Ketupat Agung 2026: Polda Bali Kerahkan 56 Personel Jaga Malam Takbiran di Masjid Baitul Makmur

Pariwisata

Pengamanan Diperketat Jelang Lebaran, Polda Bali Fokus Kawal Malam Takbiran

Pariwisata

Sat Intelkam Turun Langsung ke Pasar, Pastikan Ketersediaan dan Harga Sembako di Padangsidimpuan Aman Jelang Idulfitri