SUMUT -Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 yang berlangsung di Sumatera Utara dan Aceh resmi ditutup pada Jumat, 20 September 2024. Kontingen Sumatera Utara menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati posisi keempat, di belakang Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.
Di balik kesuksesan ini, Kabupaten Asahan menjadi sorotan utama dengan kontribusi signifikan dari 71 atlet dan 9 pelatih yang berpartisipasi dalam 26 cabang olahraga. Atlet dari Asahan berhasil membawa pulang total 37 medali, terdiri dari 18 emas, 10 perak, dan 9 perunggu.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Asahan, Harris, menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi yang diraih. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini melampaui target awal yang ditetapkan. “Ini prestasi yang sangat membanggakan. Tahun ini, atlet menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelumnya di Papua, kami hanya membawa pulang dua emas dan satu perak, kini berhasil meraih 18 emas, 10 perak, dan 9 perunggu. Padahal, target kami sebelumnya hanya lima medali,” ungkap Harris dalam konferensi pers, Sabtu (21/9/2024).
Harris menjelaskan lebih rinci mengenai cabang olahraga yang menyumbang medali bagi Asahan. Kontingen drumband menonjol dengan meraih 19 medali, terdiri dari 15 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Selain itu, cabang sambo berhasil menyumbang 4 medali, dengan rincian 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Cabang lainnya seperti cricket, dance sport, petaque, takraw, tarung derajat, gate ball, dan hockey juga memberikan kontribusi medali yang berharga.
Ketua Dewan Kehormatan KONI Asahan, Nurkarim Nehe, turut mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan ini, mulai dari tim official, manajer, pelatih, hingga wasit dan juri. “Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan pantang menyerah, kami mampu mencapai puncak kesuksesan,” ujarnya.
Meski meraih hasil yang memuaskan, Nehe mengingatkan atlet agar tidak cepat merasa puas. “Saya berharap atlet tidak cepat sombong setelah mendapatkan medali. Tingkatkan lagi latihan dan prestasi. Manfaatkan dukungan dari pemerintah kabupaten semaksimal mungkin. Jangan putus asa, karena semua peserta PON yang terpilih adalah atlet terbaik,” tutupnya.
Dengan pencapaian yang luar biasa ini, diharapkan kontingen Asahan dan Sumatera Utara dapat terus berprestasi di ajang olahraga selanjutnya, serta menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di daerah lain.(N/014)