MEDAN — Menikmati kopi sambil membaca buku menjadi konsep yang ditawarkan Kedeboox, ruang nongkrong di Medan yang memadukan kedai minuman dengan aktivitas literasi.
Ide tersebut bermula dari pemanfaatan ruang yang sebelumnya kosong pada malam hari.
Masrun, salah satu pengelola Kedeboox sekaligus pemilik toko buku, mengatakan konsep itu berawal dari keponakannya, Yusri, yang memiliki hobi membaca.
Baca Juga: Pengurus Al Washliyah Medan 2026–2031 Dilantik, Rico Waas Dorong Hadirkan Program yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat Yusri kemudian melihat adanya ruang yang belum dimanfaatkan pada malam hari.
Dari situ muncul gagasan untuk membuat angkringan. Sementara Masrun menyediakan beragam buku dari toko buku miliknya.
"Yusri sebenarnya hobi baca, mungkin dia sering baca buku tentang wiraswasta. Jadi dia lihat ada space yang kosong di tempat ini apalagi ketika malam kosong melompong, jadi dia punya ide kreatif bilang mau buat angkringan. Dia angkringannya, saya bukunya. Dari situlah awal ceritanya, Kedeboox. Jadi konsep kami sama, sambil minum kopi, sambil baca buku," kata Masrun.
Konsep tersebut kemudian menjadi identitas Kedeboox.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati minuman, tetapi juga dapat membaca buku yang tersedia di lokasi.
Dari sisi operasional, Kedeboox mulai mempersiapkan aktivitas kedai sejak sore.
Masrun mengatakan persiapan dilakukan mulai sekitar pukul 17.00 atau 17.30.
Kedai kemudian mulai menerima pesanan pada pukul 19.00 dan beroperasi hingga tengah malam.
"Kami prepare dari jam 5 atau setengah 6, jam 7 udah open order. Kalau tutupnya jam 12 malam," ujarnya.