Ibu Rumah Tangga di Cianjur Diduga Mengalami Kebutaan Setelah Disuntik KB, Dinas Kesehatan Lakukan Audit Medis

BITVonline.com - Sabtu, 05 Oktober 2024 08:47 WIB

JAWA BARAT -Seorang ibu rumah tangga bernama Susi Pebrianti (30) saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Pagelaran setelah diduga mengalami kebutaan usai disuntik kontrasepsi di sebuah klinik di Sindangbarang, Cianjur Selatan. Kejadian ini memicu perhatian publik setelah viral di media sosial.

Menurut keterangan keluarga, Susi menjalani suntik KB di klinik dekat rumahnya pada Senin lalu. Tak lama setelah menerima suntikan, Susi mengalami kejang-kejang, tidak sadarkan diri, dan kemudian dibawa ke RSUD Sindangbarang. Di rumah sakit tersebut, dokter melakukan pemeriksaan awal dan mendapati Susi memiliki riwayat magh kronis yang mungkin memperparah kondisinya.

“Setelah suntikan, dia langsung kejang dan tidak sadarkan diri. Kami tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini,” ujar suami Susi, Rahmat (32), ketika ditemui di RSUD Pagelaran. Rahmat mengungkapkan bahwa pihak keluarga merasa khawatir dan bingung, terutama karena Susi adalah tulang punggung keluarga.

Saat ini, Susi dirawat di RSUD Pagelaran untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Susi memerlukan penanganan yang lebih intensif. “Kami masih menunggu hasil diagnosis lengkap dari dokter mengenai penyakit yang dialaminya,” tambah Rahmat.

Dinas Kesehatan Cianjur, setelah mendengar berita mengenai kejadian ini, langsung bergerak cepat dengan merencanakan audit medis. Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Dr. Hendra Supriatna, mengungkapkan bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari Susi dan pihak klinik tempat Susi disuntik. “Kami akan melakukan investigasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” kata Dr. Hendra.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih tempat pelayanan kesehatan dan selalu mengonfirmasi riwayat kesehatan mereka sebelum menerima tindakan medis. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan akan berupaya secepatnya untuk menelusuri semua fakta yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, keluarga Susi berharap agar dia segera pulih dan mendapatkan perawatan yang layak. Mereka juga berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya memilih tempat yang tepat untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Kasus Susi menjadi peringatan bagi banyak ibu rumah tangga lainnya untuk lebih memperhatikan kesehatan dan melakukan konsultasi sebelum memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Kejadian ini juga mengingatkan bahwa setiap tindakan medis memiliki risiko, dan penting untuk mendapatkan informasi yang jelas sebelum menjalani prosedur kesehatan apapun.

Keluarga Susi kini menunggu kabar baik dari rumah sakit dan berharap agar Susi segera mendapatkan pemulihan yang maksimal. Sementara, Dinas Kesehatan Cianjur berjanji untuk transparan dalam penyelidikan dan berkomitmen untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan di wilayahnya.(n/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Panpel Pastikan Stadion Teladan Medan Venue Piala AFF U-19 2026 Tanpa Penonton

Pariwisata

Tim U-19 Thailand dan Malaysia Jalani Latihan di Stadion Teladan

Pariwisata

Resmi Mulai Besok! Ekspor Batu Bara hingga CPO Masuk Masa Transisi Satu Pintu Lewat PT DSI

Pariwisata

DPR Ingatkan Risiko Monopoli di Balik Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia

Pariwisata

Budi Arie: Pak Jokowi Keliling Saja Sudah Heboh, Padahal Hanya Ingin Mendengar dan Menyapa Rakyat

Pariwisata

Kyai Said Aqil Siroj: Hawa Nafsu Lebih Sulit Dilawan daripada Godaan Setan