MEDAN- Paviliun Pemerintah Kabupaten Asahan menjadi salah satu stan yang mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Kompleks Tapian Daya, Medan.
Mengusung konsep dekorasi bertema "Harmoni Emas", Paviliun Asahan menghadirkan lebih dari 50 produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk budaya yang menjadi identitas masyarakat Asahan.
Koordinator Guide Paviliun Pemkab Asahan, Darmawan A.Md, mengatakan berbagai produk lokal sengaja dibawa untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Sumatera Utara.
Baca Juga: Olahan Ubi UMKM Sergai Jadi Primadona PRSU 2026, Pengunjung Ramai Memburu Produk Lokal Produk yang dipamerkan di antaranya makanan ringan khas daerah, kain tenun Songket Silo Laut, Ulos Piring, kain ecoprint, batik tulis, hingga berbagai perlengkapan budaya Melayu Asahan seperti Tengkuluk, tudung saji, dan replika Bale Melayu.
"Kami membawa lebih dari 50 produk unggulan Asahan, mulai dari kuliner, kain tradisional, hingga kerajinan kreatif untuk dikenalkan kepada masyarakat," ujar Darmawan saat ditemui di lokasi paviliun, Senin (6/7/2026).
Selain produk budaya, kreativitas pelaku usaha lokal juga terlihat dari berbagai kerajinan berbahan ramah lingkungan, seperti gantungan kunci dan tempat tisu yang dibuat dari koran bekas.
Dari berbagai produk yang ditampilkan, dua produk menjadi perhatian utama pengunjung, yakni Sepatu Bunut dan inovasi kuliner Kerupuk Kulit Pisang.
Sepatu Bunut merupakan produk kerajinan khas Asahan yang telah dikenal sebagai salah satu ikon daerah. Sementara Kerupuk Kulit Pisang menjadi inovasi kuliner unik yang berhasil menarik minat masyarakat sejak diperkenalkan pada 2023.
Produk olahan tersebut bahkan menjadi salah satu barang yang paling banyak diminati pengunjung PRSU 2026 karena menawarkan konsep berbeda dari makanan ringan pada umumnya.
Tidak hanya produk unggulan, tampilan Paviliun Asahan yang menarik dan instagramable juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.
Duta Pariwisata Asahan 2025 sekaligus Guide Paviliun, Zulham Ramanda Nasution, mengajak masyarakat untuk mengenal lebih jauh potensi wisata Kabupaten Asahan.
Menurutnya, PRSU menjadi momentum penting untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, serta produk ekonomi kreatif Asahan kepada masyarakat luas.