MEDAN – Kota Medan tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan dan ibu kota Sumatera Utara, tetapi juga menyimpan jejak panjang perkembangan Islam melalui sejumlah masjid bersejarah yang masih berdiri hingga sekarang.
Sebagian besar bangunan tersebut telah berusia lebih dari satu abad dan tetap difungsikan sebagai tempat ibadah.
Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, masjid-masjid tua ini juga menjadi saksi perjalanan sejarah Kota Medan sejak abad ke-19.
Baca Juga: Bobby Nasution Akui Pernah Tegur Dugaan Kejanggalan di Pemkab Langkat Sebelum OTT KPK Arsitekturnya menampilkan perpaduan budaya Melayu, Timur Tengah, India, Tiongkok, hingga Eropa yang menjadikannya memiliki karakter unik dan bernilai tinggi.
Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya karena masih mempertahankan bentuk asli serta memiliki nilai sejarah yang penting bagi perkembangan Kota Medan.
Berikut lima masjid tua bersejarah yang masih berdiri kokoh dan menjadi destinasi wisata religi di Kota Medan.
1. Masjid Raya Al-Mashun
Masjid Raya Al-Mashun menjadi ikon Kota Medan sekaligus simbol kejayaan Kesultanan Deli.
Masjid yang berada di Jalan Sisingamangaraja ini mulai dibangun pada 21 Agustus 1906 atas prakarsa Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan diresmikan pada 10 September 1909.
Bangunan yang dirancang arsitek Belanda G.D. Langereis tersebut memadukan gaya arsitektur Moorish, Timur Tengah, India Mughal, Spanyol, dan Eropa.
Keindahannya semakin terlihat melalui kubah berwarna hitam, marmer yang didatangkan dari Italia, serta kaca patri dari Belanda yang masih terawat hingga kini.
Konon, Sultan Ma'mun sengaja membangun masjid ini dengan kemegahan yang bahkan melebihi Istana Maimun sebagai bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.