KARO – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menertibkan praktik pungutan liar (pungli) di jalur menuju kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Dalam dua hari terakhir, jumlah wisatawan yang datang meningkat signifikan.
Pantauan di kawasan wisata pada Minggu (28/6/2026) memperlihatkan arus kendaraan yang keluar masuk menuju Sidebuk-Debuk jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Baca Juga: Warga Menanti 81 Tahun, Bobby Nasution Wujudkan Pembangunan Jalan Sipiongot: Bukan Sekadar Janji Politik Petugas gabungan dari Satpol PP Provinsi Sumatera Utara dan Satpol PP Kabupaten Karo masih berjaga di sejumlah titik untuk memastikan kawasan tetap bebas dari praktik pungli.
Petugas Satpol PP Kabupaten Karo, Ebenezer Tarigan, mengatakan pengamanan telah dilakukan selama dua hari terakhir dengan menempatkan belasan personel di empat titik strategis, mulai dari persimpangan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) atau Jalan Jamin Ginting hingga akses menuju kawasan pemandian air panas.
"Kita jaga di sini bertugas untuk sosialisasi dan menertibkan aksi pungutan liar menuju pemandian air panas. Seperti lokasi ini, sebelumnya menjadi tempat mereka (pelaku pungli) mengutip uang dari pengunjung yang mau ke dalam," kata Ebenezer.
Menurutnya, pada hari pertama penertiban, petugas sempat menghadapi kendala karena para pelaku yang diduga melakukan pungli berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengawasan.
"Jadi sebelumnya kita sempat 'kucing-kucingan' sama mereka. Makanya pos jaga kita tambah menjadi empat titik, selama 24 jam bergantian. Dan untuk mengantisipasi itu, kita adakan patroli di sepanjang jalur ini secara berkala," jelasnya.
Personel Satpol PP Sumut, Rido, juga mengakui tantangan yang dihadapi petugas, terutama saat malam hari.
Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas membuat petugas harus bekerja lebih ekstra mengatur situasi di lapangan.
"Setelah penjagaan ini, jumlah kendaraan yang masuk luar biasa banyak. Beberapa pengunjung mengapresiasi kehadiran kita, dan ada juga yang berhenti ingin membayar karena tidak tahu ada penertiban sebelumnya," ujarnya.
Meningkatnya jumlah wisatawan turut dirasakan para pelaku usaha di sekitar kawasan pemandian air panas Sidebuk-Debuk.