MEDAN - Peta persaingan sport tourism di Indonesia pada periode 2025 hingga pertengahan 2026 menunjukkan perubahan signifikan. Sumatera Utara kini mencuat sebagai salah satu provinsi paling kompetitif dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional hingga internasional, melampaui Jawa Barat dan Banten dalam jumlah dan level kejuaraan yang digelar.
Selama ini, Jawa Barat dan Banten kerap menjadi pusat kegiatan sport tourism di luar Jakarta. Namun, dalam dua tahun terakhir, Sumatera Utara menunjukkan lonjakan signifikan dengan menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi yang masuk dalam kalender resmi olahraga dunia.
Sejumlah event internasional dan regional bergengsi digelar di Sumatera Utara, mulai dari Trail of The Kings by UTMB yang merupakan bagian dari rangkaian lomba lari gunung kelas dunia, hingga Aquabike Jetski World Championship di kawasan Danau Toba pada akhir 2025. Selain itu, Sumatera Utara juga dipercaya menyelenggarakan kejuaraan atletik tingkat Asia Tenggara serta turnamen sepak bola kelompok usia seperti ASEAN U-19.
Baca Juga: Rico Waas Dukung Pengembangan Talenta Paduan Suara Sumut Jelang Pesparawi Nasional 2026 Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution disebut mendorong pemanfaatan potensi wisata alam dan infrastruktur daerah untuk menarik event berskala internasional. Pendekatan ini membuat Sumatera Utara semakin diperhitungkan dalam peta sport tourism nasional.
Berbeda dengan Sumatera Utara, Jawa Barat pada periode yang sama lebih banyak menggelar event berskala regional dan komunitas, seperti kejuaraan olahraga pantai, lomba lari lokal, dan kompetisi olahraga ekstrem. Meski tetap memiliki daya tarik wisata, skala internasionalnya dinilai belum sekuat Sumatera Utara dalam dua tahun terakhir.
Hal serupa juga terjadi di Banten yang lebih banyak berfokus pada ajang lari jalan raya, turnamen undangan, serta kejuaraan olahraga tingkat daerah dan nasional terbatas.
Anggota DPR RI Dapil Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia, menilai capaian tersebut sebagai bukti meningkatnya kepercayaan dunia olahraga terhadap kemampuan daerah dalam mengelola event besar.
"Tentu kita bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Utara sebagai tuan rumah berbagai event internasional. Ini harus menjadi momentum untuk peningkatan prestasi atlet daerah," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak boleh hanya berhenti pada prestise penyelenggaraan, tetapi harus diikuti dengan penguatan sistem pembinaan atlet lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.*
(dh)