JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sektor pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026.
Widiyanti menjelaskan, peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada jumlah wisatawan, tetapi juga pada rata-rata pengeluaran per kunjungan yang turut mengalami kenaikan.
"Pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kunjungan wisman serta meningkatnya rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan," ujar Widiyanti, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Baca Juga: Inflasi Sumut Tembus 4,35 Persen, Pengamat Pesimis Kembali ke Target BI Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 tercatat mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka ini naik 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 1,16 juta kunjungan.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga April 2026, total kunjungan wisman mencapai 4,68 juta kunjungan atau tumbuh 8,24 persen secara tahunan.
Wisatawan mancanegara yang paling banyak datang ke Indonesia pada April 2026 berasal dari Malaysia, disusul Australia, Tiongkok, Singapura, dan Timor-Leste.
Kenaikan jumlah wisatawan tersebut juga berdampak pada peningkatan devisa negara. Bank Indonesia mencatat devisa dari sektor pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,28 triliun, naik 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif dengan total 417,06 juta perjalanan hingga April 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan sektor ini, termasuk pengembangan desa wisata, pariwisata berkelanjutan, serta ekosistem pariwisata ramah Muslim di berbagai daerah di Indonesia.*
(mt/dh)