Kasus Cacar Air Merebak di Banten: Dua Sekolah Terpaksa Pulangkan Murid

Redaksi - Sabtu, 26 Oktober 2024 05:03 WIB

BITV HEALTH -Kasus cacar air kembali merebak di Indonesia, menyebabkan dua sekolah di Banten mengambil langkah drastis untuk mencegah penularan. SDN Blok I Cilegon dan SMPN 8 Tangerang Selatan terpaksa memulangkan murid-muridnya setelah sejumlah siswa menunjukkan gejala penyakit yang sangat menular ini.

Kepala Sekolah SDN Blok I Cilegon, Buang Safrudin, mengungkapkan bahwa 33 siswa dari kelas 1B dipulangkan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Para siswa mengalami demam tinggi, serta timbul bintik ruam berair dan gatal-gatal di seluruh tubuh. “Antisipasi penyebaran yang menyeluruh, maka kita putus di kelas, karena yang banyak itu di kelas 1B. Jadi, yang lainnya hari ini istirahat di rumah,” jelas Safrudin dalam konferensi pers yang diadakan di sekolah tersebut.

Dari pengamatan pihak sekolah, 15 anak di kelas tersebut tertular dari tiga siswa yang telah terinfeksi cacar air sebelumnya. Sebagai langkah preventif, orang tua murid juga diminta untuk membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan.

Sementara itu, di SMPN 8 Tangerang Selatan, 43 murid teridentifikasi terjangkit cacar air dan gondongan. Insiden ini berawal ketika sekolah melaksanakan ujian tengah semester pada bulan September 2024. Meskipun pihak sekolah telah meminta agar anak-anak yang sakit tidak dipaksakan untuk masuk, beberapa siswa tetap hadir dalam kondisi sakit, yang berakibat pada meluasnya penyebaran cacar air dan gondongan di kalangan murid. Saat ini, jumlah murid yang sakit mencapai 102 orang, namun tidak semuanya terinfeksi kedua penyakit tersebut.

Sebagai upaya pencegahan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua minggu, hingga 31 Oktober 2024. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penularan lebih lanjut di lingkungan sekolah.

Cacar Air: Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai

Cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster dan merupakan penyakit yang sangat menular. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan cacar atau melalui droplet saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Menurut dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, hampir 90 persen kasus cacar air terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Gejala awal cacar air yang perlu diperhatikan meliputi demam, lemah, lesu, dan timbulnya ruam di tubuh, termasuk pada selaput lendir seperti mata, mulut, atau genital. “Yang membedakan varisela dengan Mpox (cacar monyet) adalah pembesaran kelenjar getah bening pada Mpox, sementara ruam cacar air tidak seragam,” ungkap dr. Reza.

Cacar air termasuk dalam kategori penyakit self limiting disease, yang berarti dapat sembuh dengan sendirinya. Sebagian besar anak yang terinfeksi mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan pengobatan khusus. “Terapi hanya bersifat suportif, seperti melakukan isolasi di rumah, beristirahat cukup, dan hidrasi yang baik,” tambah dr. Reza.

Namun, ada risiko komplikasi serius, termasuk pneumonia, dan cacar air dapat berbahaya bagi ibu hamil dan bayi. Oleh karena itu, pemberian vaksin varisela sangat dianjurkan untuk anak usia 12-18 bulan.

Merebaknya kasus cacar air di Banten menunjukkan pentingnya kesadaran akan penyakit ini, terutama di lingkungan sekolah. Dengan langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh pihak sekolah dan dukungan orang tua, diharapkan penyebaran cacar air dapat diminimalkan dan anak-anak yang terinfeksi dapat mendapatkan perawatan yang diperlukan. Pemberian vaksinasi juga menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk melindungi anak-anak dari infeksi di masa depan.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Terus Bertambah, BGN Buka Suara

Pariwisata

Wakil Wali Kota Medan Dukung Reforma Agraria, Dorong Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Ekonomi Warga

Pariwisata

Banyak Warga Pertanyakan Desil DTSEN, Dinsos Medan: Itu Kewenangan BPS, Bukan Pemko

Pariwisata

Wagub Sumut Surya: Reforma Agraria Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat

Pariwisata

448 Orang Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, SPPG Kalitengah Dihentikan Sementara

Pariwisata

Polda Sumut Tangkap Kurir Narkoba, 3.959 Pil Ekstasi dan Ratusan Pod Getar Disita