MEDAN – Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Sumatra menjadi salah satu kawasan konservasi terpenting di dunia yang membentang di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Kawasan ini bukan sekadar hutan tropis, melainkan juga rumah bagi berbagai satwa langka yang kini semakin terancam punah.
Sebagai bagian dari kawasan warisan dunia, TNGL dikenal sebagai habitat terakhir sejumlah satwa ikonik Indonesia seperti harimau sumatra, orangutan sumatra, hingga badak sumatra.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Minggu 17 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan Keberadaan ekosistem yang masih terjaga menjadikan kawasan ini dijuluki sebagai "paru-paru dunia" sekaligus "surga terakhir" satwa liar di Pulau Sumatra.
Di tengah fungsinya sebagai kawasan konservasi, TNGL juga memiliki daya tarik wisata alam yang kuat.
Aktivitas seperti trekking hutan, susur sungai, hingga pengamatan satwa liar menjadi pengalaman utama bagi wisatawan tanpa mengganggu kelestarian ekosistem.
Salah satu destinasi populer di kawasan ini adalah Sungai Alas di Aceh Tenggara.
Sungai tersebut dikenal sebagai lokasi arung jeram dengan tantangan arus kuat dan aliran berkelok, sehingga menjadi favorit bagi wisatawan pencinta olahraga ekstrem.
Di Sumatera Utara, Bukit Lawang menjadi pintu masuk utama wisata TNGL.
Kawasan ini berada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, dan dikenal luas sebagai lokasi pengamatan orangutan sumatra di habitat aslinya.
Berbagai aktivitas seperti jungle trekking, tubing, caving, hingga river trip dapat dilakukan dengan pemandu lokal.
Selain itu, Tangkahan yang juga berada di Langkat menawarkan pengalaman wisata berbasis konservasi gajah sumatra.