Inilah Alasannya PSSI Gencar Naturlisasi Pemain

BITVonline.com - Selasa, 05 November 2024 09:08 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-05-at-16.04.34.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JAKARTA –PSSI terus menggencarkan proses naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia, dengan tujuan untuk mencapai prestasi lebih tinggi, termasuk lolos ke Piala Dunia. Rapat kerja yang digelar pada Senin (4/11/2024) di Gedung DPR RI, Senayan, menjadi kesempatan bagi PSSI untuk mengungkapkan alasan di balik langkah ini.

Sekjen PSSI Yunus Nusi hadir mendampingi Menpora Dito Ariotedjo dalam rapat dengan Komisi X DPR RI untuk membahas langkah terbaru dalam proses naturalisasi tiga pemain, yaitu Kevin Diks, Estella Loupattij, dan Noa Leatom. Ketiganya menjadi bagian dari upaya PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia dengan pemain-pemain berdarah Indonesia, yang telah dimulai sejak 2021.

Alasan di Balik Gencarnya Naturalisasi Pemain

Menurut Yunus, gencarnya proses naturalisasi ini dilakukan karena terbatasnya kualitas sumber daya pemain lokal Indonesia yang dinilai belum cukup mumpuni untuk memenuhi harapan masyarakat dan target Timnas yang lebih besar. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, juga memberikan masukan kepada PSSI bahwa jika Timnas ingin menjadi “singa Asia” dan lolos ke Piala Dunia, maka pemain-pemain yang ada di Indonesia saat ini belum dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

“Shin Tae-yong memberikan rekomendasi kepada PSSI agar untuk mencapai target sebagai Singa Asia dan bisa lolos ke Piala Dunia, kita membutuhkan pemain-pemain yang memiliki kualitas lebih. Oleh karena itu, PSSI mencari bibit-bibit pemain keturunan yang bisa memperkuat Timnas,” ujar Yunus.

Naturalisasi sebagai Solusi Menuju Prestasi

PSSI menyadari bahwa untuk dapat berprestasi di level Asia dan dunia, Timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik. Menurut Yunus, langkah ini adalah cara untuk menjawab ekspektasi masyarakat yang menginginkan Timnas Indonesia memiliki prestasi yang lebih baik, terutama dalam kompetisi internasional.

Shin Tae-yong dan tim pelatih lainnya terus memberikan rekomendasi kepada PSSI mengenai pemain-pemain yang cocok untuk membela Timnas, yang salah satunya adalah melalui naturalisasi pemain berdarah Indonesia yang bermain di luar negeri.

“Beberapa pemain naturalisasi yang sudah bergabung dengan Timnas, seperti mereka yang berasal dari luar negeri, telah memberikan kontribusi yang luar biasa. Sebagai contoh, kita berhasil menahan tim kuat seperti Australia dan Arab Saudi, yang sebelumnya sulit untuk kita tahan atau kalahkan,” tambah Yunus.

Harapan Besar Menuju Piala Dunia

Upaya PSSI dalam menggandeng pemain-pemain naturalisasi ini tidak hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi juga untuk membangun Timnas Indonesia yang dapat bersaing di level internasional dan berpeluang besar untuk lolos ke Piala Dunia.

Dengan dukungan Shin Tae-yong yang mengedepankan kualitas, PSSI optimistis bahwa proses naturalisasi ini akan membawa dampak positif bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Sebagai informasi, proses naturalisasi ini melibatkan berbagai pemain yang memiliki darah Indonesia, dan hal ini sejalan dengan kebijakan PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional dengan melibatkan pemain yang dapat memberikan kontribusi signifikan.

PSSI berharap, dengan terus menggali potensi pemain keturunan yang memiliki kemampuan lebih, Timnas Indonesia dapat meraih kesuksesan yang lebih besar dan memenuhi harapan besar para pencinta sepak bola Indonesia di seluruh dunia

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pariwisata

8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata

Pariwisata

WhatsApp, Instagram, dan Facebook Down Serentak Malam Ini! Meta Buka Suara

Pariwisata

Sony Sonjaya Klaim Ada 26 Nama Terlibat Korupsi MBG, Kejagung: Kami Teliti, Kami Juga Punya Bukti

Pariwisata

Kejagung: Harga Motor Listrik Program MBG Digelembungkan, Capai Rp47 Juta per Unit

Pariwisata

Ribuan Mahasiswa UI dan UNJ Turun ke Jalan, Jakarta Memanas hingga Malam Hari

Pariwisata

Gaji 13 Ribu PPPK Medan Aman, Rico Waas: Pos Anggaran Masih Baik