CIANJUR – Situs Megalitikum Gunung Padang kembali menjadi sorotan.
Tim Penelitian dan Pemugaran Situs Gunung Padang memastikan kajian dan proses pemugaran akan dilanjutkan sepanjang tahun 2026, dengan fokus pada pengungkapan lapisan budaya yang diperkirakan berusia ribuan tahun sebelum Masehi.
Baca Juga: Lautan Merah di Kesawan! Ribuan Warga Meriahkan Imlek 2577 Kota Medan, Rico Waas: Inilah Kekuatan Kita Pemugaran fisik juga akan dilakukan pada teras keempat situs bersejarah tersebut.
Ketua Tim Penelitian dan Pemugaran, Ali Akbar, mengatakan tim akan melakukan penggalian lebih dalam dibanding sebelumnya.
"Sebelumnya kami hanya menggali struktur di kedalaman 4–5 meter karena keterbatasan waktu. Tahun ini, kami rencanakan penggalian bisa mencapai lebih dari 20 meter untuk menelusuri kemungkinan adanya lapisan budaya yang lebih tua lagi," ujarnya, Minggu (22/2).
Pemugaran tahun ini difokuskan pada teras keempat, yang bersebelahan dengan teras kelima yang telah dipugar tahun lalu.
Teras kelima diperkirakan berusia sekitar 500 tahun sebelum Masehi.
Rencananya, pemugaran akan dilanjutkan secara bertahap ke teras berikutnya, dengan kegiatan penelitian dan pemugaran berlangsung sejak Maret hingga Desember 2026.
Sekitar 100 ahli akan dilibatkan, termasuk tambahan peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset.
Warga lokal juga kembali dilibatkan untuk mendukung proses penelitian dan pemugaran.
Ali Akbar berharap kajian lanjutan ini dapat mengungkap fakta baru yang lebih mendalam mengenai sejarah dan peradaban di kawasan Gunung Padang.