ACEH — Menjelang datangnya Ramadan 2026, suasana di pusat ibu kota Kabupaten Aceh Barat Daya kian semarak.
Ratusan warga dari berbagai daerah berdatangan ke Masjid Agung Baitul Ghafur di Kecamatan Blangpidie, tidak hanya untuk menunaikan ibadah, tetapi juga menikmati wisata religi yang sarat nuansa Islami.
Kubah-kubah besar berwarna keemasan tampak berkilau diterpa sinar matahari sore, sementara empat menara yang menjulang tinggi mempertegas identitas masjid sebagai ikon religi di wilayah barat selatan Aceh.
Baca Juga: Kecelakaan Bus Wisata di Tol Cipali, Sopir Tewas dan Puluhan Penumpang Dievakuasi ke Rumah Sakit Bagian dalam masjid dihiasi ornamen kaligrafi indah dan lampu gantung berukuran besar yang mempercantik ruang utama salat, mampu menampung ribuan jemaah.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an dari pengeras suara menghadirkan suasana teduh, membuat siapa pun yang berada di dalamnya merasakan ketenangan batin.
Menjelang Ramadan, intensitas kunjungan meningkat signifikan.
Banyak warga datang untuk berzikir, membaca Al-Qur'an, hingga beritikaf sebagai persiapan menyambut bulan penuh berkah.
Masjid Agung Baitul Ghafur mulai dibangun pada 2010 oleh Pemerintah Kabupaten Abdya dan diresmikan pada 11 Februari 2020.
Berdiri di atas lahan 2,4 hektare dengan anggaran puluhan miliar rupiah, kawasan masjid dirancang sebagai Islamic Centre dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang pertemuan, area parkir luas, taman, dan sarana kegiatan keislaman lainnya.
Keberadaan masjid ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai syariat Islam di tengah masyarakat Abdya.
Fungsinya tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kini, Masjid Agung Baitul Ghafur telah menjelma menjadi landmark Kabupaten Abdya sekaligus destinasi wisata religi.