PANGURURAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mencatat pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata mencapai Rp 14 miliar sepanjang 2025.
Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten yang terkenal dengan keindahan Danau Toba tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, menyatakan pendapatan tersebut berasal dari 14 objek wisata yang dikelola langsung Pemkab Samosir.
Baca Juga: Andar Amin Harahap Kantongi Dukungan Mayoritas DPD Golkar Sumut, Musda XI Kian Terbaca "Jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat dari 1.777.132 orang pada 2024 menjadi 2.451.269 orang pada 2025," ujar Tetty, Minggu (18/1/2026).
Menurut Tetty, pencapaian ini bukan kebetulan. Lonjakan wisatawan merupakan hasil komitmen Pemkab Samosir dalam memberikan pelayanan terbaik, mulai dari pengelolaan destinasi, kebersihan, kenyamanan, hingga peningkatan fasilitas pendukung.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba sebagai destinasi super prioritas nasional.
"Kami berharap tren positif ini terus berlanjut. PAD meningkat, ekonomi masyarakat tumbuh, dan kesejahteraan pelaku pariwisata serta UMKM lokal semakin meningkat," ujarnya.
Tetty menegaskan, pengembangan pariwisata di Samosir bukan sekadar untuk meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
"Pariwisata Samosir harus maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya.*
(tm/dh)