BINJAI — Kota Binjai tidak hanya dikenal sebagai kota penyangga Medan, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang yang masih dapat dilihat hingga kini melalui sejumlah bangunan cagar budaya.
Bangunan-bangunan bersejarah tersebut tidak hanya berdiri kokoh, tetapi juga tetap difungsikan dan menjadi daya tarik wisata budaya.
Mengutip informasi dari akun Instagram Dinas Pariwisata Kota Binjai, setidaknya terdapat empat bangunan cagar budaya yang merekam perjalanan sejarah kota ini, mulai dari masa Kesultanan Langkat hingga era kolonial.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Minggu 11 Januari 2026: Sejumlah Wilayah Hujan Petir 1. Masjid Raya Kota Binjai
Masjid Raya Kota Binjai merupakan salah satu masjid tertua di Sumatera Utara.
Masjid ini dibangun pada 1887 atas prakarsa Tengku Haji Musa al-Khalid Al-Mahadiah Muazzam Shah, Sultan Langkat I.
Berdiri di atas lahan wakaf seluas sekitar 1.000 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 1.500 jamaah.
Bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Binjai ini menampilkan perpaduan arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Eropa, mencerminkan dinamika budaya pada masa Kesultanan Melayu dan kolonial.
Masjid ini berlokasi di Jalan KH. A. Wahid Hasyim Nomor 3, kawasan Pasar Tavip.2. Stasiun Kereta Api Binjai
Stasiun Kereta Api Binjai dibangun pada 1889 oleh perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan mulai beroperasi secara resmi pada 19 Desember 1890.
Sejak awal, stasiun ini melayani rute Binjai–Medan dan menjadi simpul penting transportasi di wilayah Sumatera Timur.
Hingga kini, stasiun yang terletak di Jalan Ikan Paus, Kecamatan Binjai Timur, masih mempertahankan keaslian bangunan serta fungsi utamanya.