BANDA ACEH – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada akhir Desember 2025 berdampak serius pada sektor pariwisata, khususnya wisata bahari ke Sabang.
Data dari Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh mencatat penurunan jumlah penumpang signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Kepala UPTD Sub Pelabuhan Ulee Lheue, Husaini, mengatakan, rata-rata jumlah penumpang tujuan Sabang turun hingga 40 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo: Percayalah, Presidenmu Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saudara Sekalian "Bencana banjir menyebabkan jalur darat belum normal, sehingga penumpang ke Sabang menurun drastis," kata Husaini, Kamis (1/1/2026).
Jika dibandingkan akhir Desember 2024, tren penurunan cukup mencolok.
Pada 28 Desember 2025, jumlah penumpang tercatat 2.781 orang, turun dari 4.219 orang pada waktu yang sama tahun sebelumnya.
Lalu, 29 Desember hanya 2.331 orang (tahun sebelumnya 4.389) dan 30 Desember 2025 sebanyak 2.023 orang, padahal pada 2024 tercatat 3.400 orang.
Persentase penurunan mencapai 34–47 persen pada hari-hari tersebut.
Meski demikian, jumlah keberangkatan kapal tetap normal, baik untuk kapal lambat Ferry RoRo maupun kapal cepat Express Bahari. Rute juga tidak berubah, masing-masing tiga trip per hari.
Husaini menambahkan, situasi ini menegaskan dampak langsung bencana alam terhadap mobilitas wisatawan dan ekonomi daerah.
Ia berharap kondisi jalur transportasi darat segera pulih agar sektor pariwisata dapat kembali normal.*