MEDAN — Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara, Ibnu Akbar, memaparkan capaian sektor pariwisata hingga September 2025 dan rencana pengembangan yang akan dijalankan sepanjang 2026.
Pemaparan disampaikan di Kantor Gubernur Sumut, Senin, 24 November 2025.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara mencapai sekitar 273 ribu kunjungan hingga September 2025.
Baca Juga: Bupati Labusel Hadiri Sosialisasi Pendanaan Alternatif, Gubernur Sumut Soroti Tantangan Fiskal 2026 Malaysia, Singapura, Tiongkok, Belanda, dan Jerman tercatat sebagai lima negara penyumbang wisatawan terbanyak.
Sementara itu, wisatawan nusantara yang berkunjung ke Sumut mencapai 43.154 orang.
Ibnu menyebut bahwa pada 2026 pemerintah provinsi menyiapkan sejumlah proyek strategis daerah yang tersebar di lima kawasan wisata, yaitu:- Sibolga–Pandan- Sibolga–Padang Sidimpuan- Tanjung Pura–Tangkahan–Bukit Lawang–Sei Bingai- Karo–Dairi–Pakpak Bharat- Bonahitoloi–Simaolohisooraki (Kepulauan Nias)
"Di kawasan-kawasan tersebut akan digelar festival seni dan budaya daerah secara berkelanjutan," kata Ibnu.
Selain itu, pemerintah provinsi berencana menghidupkan kembali Festival Danau Toba yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
Disbudparekraf juga memastikan Gita Bahana Nusantara tetap digelar, di mana para pemenang akan dikirim ke Jakarta untuk tampil pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Pada sektor pelestarian budaya, tahun 2026 akan difokuskan pada penyusunan masterplan perlindungan dan pengembangan cagar budaya, termasuk Candi Bahal di Padang Lawas Utara dan Makam Papan Tinggi di Tapanuli Tengah.
Disbudparekraf juga menargetkan penguatan destinasi ekonomi kreatif, terutama di kawasan Danau Toba.
Penataan sarana dan prasarana wisata akan ditingkatkan untuk mendorong kenyamanan pengunjung.