BANDA ACEH – Bagi anak muda Banda Aceh dan Aceh Besar, Pantai Lhok Mata Ie di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, bukan lagi nama asing.
Namun, pantai tersembunyi di balik perbukitan ini kini menyimpan rahasia baru: fenomena Pink Beach.
Keunikan pasirnya yang bercampur semburat merah muda menjadikan Lhok Mata Ie pantai pertama di Aceh dengan gradasi warna pink, mengingatkan pada Pink Beach di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Expo Sawit Summit 2025 UIN Ar-Raniry: Wadah Kreativitas Mahasiswa dan Inovasi Produk Lokal Terletak sekitar 15 km dari pusat Kota Banda Aceh, tepatnya di Desa Lampageu atau Ujong Pancu, pantai ini menawarkan suasana damai dengan hamparan pasir lembut, air laut biru jernih, dan bebatuan besar yang menyerupai granit di Belitung.
Ukuran pantainya yang relatif kecil, sekitar 20–30 meter, memberikan sensasi privat bagi pengunjung.
Fenomena pink pada pasir disebabkan serpihan cangkang kerang dan terumbu karang yang terbawa ombak, mirip mekanisme terbentuknya Pink Beach di Labuan Bajo.
Meski gradasi warnanya tidak sekuat di NTT, keindahannya tetap memikat mata pengunjung.
"Baru kali ini juga dengar," ujar Junaidi, warga lokal sekaligus pemandu wisata, saat ditanya mengenai fenomena pink di Lhok Mata Ie.
Untuk mencapai Pink Beach, pengunjung harus mendaki perbukitan dari pemukiman Ujong Pancu, perjalanan yang memakan waktu sekitar 45–60 menit.
Jalur ini menyuguhkan panorama perkebunan, hutan asri, dan sumber mata air segar.
Bagi pengunjung wanita, aturan ketat diberlakukan: wajib didampingi pemandu lokal kecuali keluarga, serta batas waktu tiba pukul 12.00 WIB dan harus meninggalkan pantai maksimal pukul 17.00 WIB.
Biaya pendampingan guide lokal sekitar Rp 200.000 per kelompok, mencakup pendampingan, pengarahan trek, dan pengawasan barang dari monyet.