Jakarta – Lebih dari 3.000 penerbangan dibatalkan dan ribuan lainnya mengalami penundaan akibat badai hebat yang melanda Amerika Serikat bagian selatan. Maskapai penerbangan dan situs pelacakan penerbangan FlightAware melaporkan kejadian ini pada Jumat (10/1) waktu setempat. Delta Airlines menyatakan bahwa kombinasi cuaca musim dingin yang lebih buruk dari perkiraan menyebabkan penutupan kelima landasan pacu di Bandara Internasional Atlanta selama lebih dari dua jam.
“Delta membatalkan sekitar 1.100 penerbangan di seluruh jaringan kami pada hari Jumat,” ujar pihak maskapai seraya menambahkan bahwa mereka sedang berupaya memulihkan jadwal penerbangan menjelang Sabtu. Sebuah insiden terpisah juga terjadi di Bandara Atlanta, di mana pesawat Delta harus membatalkan lepas landas akibat masalah mesin. Lebih dari 200 penumpang dan awak pesawat Boeing 757-300 tersebut dievakuasi menggunakan seluncuran darurat.
Media AS melaporkan bahwa evakuasi berlangsung lancar tanpa korban jiwa. Bandara lainnya yang terdampak cuaca buruk adalah Dallas Fort Worth di Texas dan Charlotte Douglas di North Carolina. FlightAware mencatat lebih dari 1.200 penerbangan dibatalkan di kedua bandara tersebut.
Secara keseluruhan, situs pelacakan penerbangan tersebut mencatat lebih dari 3.000 pembatalan di berbagai bandara pada hari Jumat. Badai musim dingin telah melanda AS sejak awal pekan ini, menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia. Cuaca ekstrem memaksa pembatalan penerbangan massal di wilayah tengah dan timur AS.
Suhu anjlok hingga di bawah nol derajat Fahrenheit (-18 derajat Celsius) di beberapa daerah, memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah. Maskapai terus berupaya menyesuaikan jadwal untuk meminimalkan dampak terhadap penumpang. Cuaca ekstrem diperkirakan berlanjut hingga akhir pekan, memperburuk kondisi perjalanan di beberapa wilayah.
(christie)